He’s seventy years old

Sejak shubuh sudah bersiap diri untuk mengantar kakak tes simak UI. Hoaaammm.. masih ngantuk, karena semalam baru bisa tidur jelang shubuh. Go, go, go Semangat !

Seisi rumah ikut semua karena rencana silaturahim ke rumah emak-abah juga mbah. Pak supir kali ini koq ngebut ya. Mau diingatkan tapi kuatir terganggu konsentrasinya. Berpacu dengan waktu, prepare banget macet. Alhamdulillah lancaaaar. Sampai di lokasi jam lewat dikit. Sudah banyak peserta yang datang. Segera cari denah lokasi. Yupz, dapat lokal di lantai 4. Lumayan menapaki tangga hingga ke lantai itu. Belum bel, masih jauh waktu jelang jam 7.

Hilir mudik mobil masuk keluar halaman parkir lokasi ujian. Hmm.. jadi berandai2, kapan ya sekolahku ketempatan ‘hajatan UI’ seperti ini ? Karena kalau ditinjau dari kondisi lokal, masih lebih baik sekolahku, dalam hal sarana meja kursi dan bangunan, sekolahku masih lebih terawat. Banggain sekolah sendiri dong, siapa lagi yang bisa lakukan itu kecuali orang di dalamnya 🙂

Kuyakin semua berawal dari mimpi dan keinginan diucapkan lirih dalam hati. Seperti halnya hajat nasional yang lalu. Untuk pertamakalinya, sekolahku ketempatan snmptn. Padahal dulu sekali, sekitar 2001, ada siswa yang hendak mendaftar tes itu bingung, karena sekolah kami yang berstatus negeri, tak ada dalam daftar pilihan asal sekolah. Jadi diisi asal sekolahnya adalah SMA ‘lain-lain’. Duh, miris sekali rasanya. Apa karena si penyelenggara tes ini beda kementerian sehingga tidak memperhitungkan sekolah sederajat yang berada di bawah naungan kementerian lain. Nasib-nasib, meski sekolahku berstatus negeri, dalam daftar termasuk sekolah yang tidak tercatat. hiks..

Ups jadi curcol yak. Kembali memperhatikan sekitar. Ya rabb, tenang sekali hati ini, melihat anakku dengan tenang membaca al matsurat. Semoga memang itu menjadi kebiasaan yang baik. Lanjut kulihat yang lain sibuk membuka buku dan latihan soal. Anakku juga lanjut itu. Beneran ikutan nervous nih.. lagi-lagi ortunya yang ikutan nervous kaya mau ikutan ujian. Tak lama bel masuk berbunyi. Bismillah ya kak, semoga lancar dan diberi kemudahan oleh Allah.

Lanjut ke rumah emak-abah. Keduanya sehat. Abah tertatih dalam berjalan, namun secara fisik masih tetap gemuk. Belakangan memang baru ketahuan bahwa abah kena gula dan asam urat, makanya semalam kakinya bengkak. Agak sulit merawat abah sepertinya. Emak bertutur tentang keseharian abah. Koq seperti merawat balita ya ? Seringkali abah tak bisa menahan untuk buang air kecil sehingga kebablasan sebelum sampe ke toilet, jadilah emak yang repot mengurusi ini. Benar sekali, saat sepuh mereka tinggal hanya berdua. Awalnya dulu berdua. Meski anaknya enam, tak ada yang tinggal bersamanya. Di usia sepuh, nampak nyata sekali, peran isteri sebagai perawat. Bisakah nanti aq sesabar itu menjalankan peran sebagai perawat ??

Koq abah jadi seperti itu ya ? emang berapa usia abah ? He’s seventy years old. Oh ya ? Iya benar, abah kelahiran ’42. Tahun ini pas seventy. Ya Allah tak terasa ya abah-emak sudah sepuh. Kemane aje sampe lupa usia ortu, hehe.. maafin anakmu ini yang sok sibuk. Ya Allah beri keduanya kesehatan dan kebahagiaan di masa tua nya. Janganlah kami anak cucunya menjadi beban mereka di dunia dan akhirat. Jadikan kami anak-anak dan cucu-cucu sholeh/sholehah yang senantiasa mendoakan keduanya dalam kebahagiaan.

Dari enam anak menjadi 15 cucu. Subhanalloh, turunan kedua menjadi 2x lipat lebih. Cucu termuda, Syaza, usia 2 minggu. Cucu pertama saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan tempat terbaik di ptn, usia 17 tahun, november lalu. Semoga Abah-emak bahagia di kelilingi anak-cucu-mantu.

Mbah putri dan mbah Kung juga sudah sepuh namun keduanya masih sangat sehat karena masih gesit dalam aktivitas sehari-hari. Keduanya lebih disiplin dalam pola makan. Semoga keduanya senantiasa sehat dan bahagia dikelilingi sepuluh anak-mantu dan sebelas cucu.

Lanjut ke tempat tujuan lain. Perjanjian tak tertulis namun sudah berlaku di keluargaku. Saat anak-anak dinyatakan diterima di smp/sma idaman maka diberi hadiah. Kali ini giliran si bungsu. Telah berhasil di terima di smpn 9. Hadiah hp sesuai pilihannya, kuberikan sebagai penghargaan atas perjuangannya yang gigih untuk itu. Selamat ya sayang.. Semoga terus bisa mengukir prestasi di smp nanti.

Hadiah khusus juga kuberikan untuk teteh. Terima kasih teteh sudah mensupport dan menjaga kesehatan anak-anak dalam menghadapi ujian. Semoga kebaikan teteh pada keluarga kami, tercatat dalam amal kebaikan di hadapan Allah. Yang ikhlas ya teteh. Semoga teteh juga tetap sehat dan mensupport kami seterusnya. Amiin 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s