my BD

Empat puluh dua tahun. Alhamdulillah sampai di usia itu dalam keadaan sehat meski lama tak senam lagi. Kehidupan penuh berkah, have husband n 3 daughterS. Anak2 sudah beranjak deWasa.

Teringat dulu saat dua puluh empat. Nekad menikah meski kuliah belum kelar. Hanya selang sebulan langsung dikaruniai momongan. My little baby sekarang sudah seventeen years old. Sebentar lagi jadi mahasiswi. Di tengah kegalauannya, ku tetap mensyukuri karunia-Mu, ku memohon yang terbaik untuknya. Perjuangannya yang gigih maybe cerminan aq dulu. Kuliah ku belum kelar. Ku selesaikan skripsi, dengan dia di sisiku tertidur pulas. Saatnya dia terjaga, ku save skripsiku, lanjut momong dia. Saat ku konsultasi tentang skripsiku, ku bawa dia bersamaku ke kampus. Titip teman, dia menangis kencang karena tak terbiasa dengan orang asing. Saat ku sidang skripsi terpaksa kutitipkan ke neneknya. Ku harus wujudkan sarjana-ku demi my little baby. Kelak dia akan bertanya tentang status kuliahku dan aq siap menjawabnya. Saat ku wisuda dia menangis kencang karena tak bisa ku bawa ke acara itu. Pulangnya ku coba foto bersama nya dengan toga-ku. Suatu saat my little baby harus tahu betapa dia memberiku semangat besar untuk wujudkan mimpiku. Makasih putriku sayang, makasih suamiku tercinta telah menjadi bagian penting dalam hidupku.

Putri kedua lahir saat usiaku dua-enam. wow.. Kejar tayang ? Bukan, karena gagal KB, hehe.. Alat kontrasepsi tak ada yang cocok untukku, jadilah kebobolan. Repot sudah pasti, tapi ku menikmati peran itu. Kasihan si kakak masih kecil sudah punya adik. Dua putri kecil, sungguh luar biasa !

Dua-tujuh, dua-delapan, dua-sembilan, berlalu dengan kesibukanku mengurus dua putri kecilku. Tugas sampingan di sekolah, lanjut tugas utama di rumah. Sepertinya dulu tak ada waktu untuk diriku sendiri, semua tercurah untuk putriku dan suami. Sampai suatu ketika asma-ku kambuh, dokter yang menanganiku iseng bertanya, apa dulu pernah ikut kontes2an ratu apa gitu ? What ? Maksudnya ? Wah nih dokter menghina apa menghibur nih. Apa iya ? Hush.. Jangan geer ah, wong dokternya cuma iseng2 aja koq diseriusi.. 😛

Tiga-puluh lahir si bungsu. Normal namun prosesnya lebih lama ketimbang yang pertama dan kedua. Perempuan lagi. Subhanalloh, punya tiga putri. semoga ku bisa membimbing ketiganya menjadi anak sholihah. Ya Rabbi, berikan aq kemudahan untuk itu.

Empat-dua, berarti sudah delapan belas tahun ku bersamanya. Jalan berliku dan berkelok sudah kita lalui bersama. Ada riak kecil dalam kebersamaan, hal yang wajar dalam perkawinan. Dengan kedewasaanmu, sayang-ku tetap qowwam-ku. Dengan sangat sabar, sayang-ku telah membimbingku ke jalan yang di ridhoi-nya. Semoga ku bisa mendampingimu hingga ajal memisahkan.

Ya Allah terimakasih atas karunia-Mu. Semua kebaikan dan kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepada-ku sungguh luar biasa. Semoga ku tetap dalam naungan rahmat dan kasih sayang-Mu. Sayangilah kedua orangtuaku, anak-anak dan suamiku. Semoga kami dalam ridho-Mu. Amin. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s