Naik pangkat susah ya ?

Duh.. gimana nih kalo telat ? Mau gimana lagi sudah terjebak disini. macet, cet, gak bergerak, kalopun bergerak perlahan banget. Kapan bisa sampai ? Akhirnya diputuskan lewat tol. Kuatir sampe lokasi telat. Kepala kanwil yang sekarang, disiplin banget, salut bener dengan beliau. Sudah kesekian kali hadir di acara kementerian, beliau membuka acara tepat waktu. Sambutan nya membumi dan nyambung dengan tema acara dan to the point. Baru kali ini suka dengan sambutan pejabat, mantab !

Alhamdulillah pas banget sampe di lokasi, Hotel Ambhara Jaksel. Registrasi, duduk manis di depan (katanya biar kena difoto, hehe..), tak lama langsung Indonesia Raya. Siiip, gitu dong, kementerian berbenah mulai dari top leader-nya memberi teladan disiplin waktu.

Teguh Suwarno (Kabag Biro Kepegawaian Kemenag RI)

Sesi pertama, tentang penetapan angka kredit jabatan fungsional guru. Tahun 2013 sudah harus bisa menghitung sendiri kredit guru guna kenaikan pangkat. Diawali dengan pembentukan Tim Penilai Angka Kredit di sekolah masing-masing. Tim minimal terdiri dari 7 orang. Ketua dan wakil ketua adalah guru, sekretaris staf kepegawaian, dan anggota 4 orang guru.

Bukti fisik untuk semua kegiatan guru, penting ! Mulai sekarang harus rajin mengarsip itu. Mulai dari diri sendiri. Kurang telaten untuk hal ini. Waktu penilaian di tingkat sekolah bisa dilakukan :

  1. Januari untuk kenaikan pangkat April
  2. Juli untuk kenaikan pangkat Oktober

Tim harus lebih tinggi pangkatnya ketimbang yang akan di nilai, namun juga harus bisa menghitung kredit sesuai buku pedoman. Setiap sesi kegiatan guru ada kredit poin nya, namun kecil sekali, sampe teman nyletuk, koq pelit amat ?? haha.. gitu deh.. alamat susah nih naik pangkat. Pingin banget sampe ke golongan tertinggi. Makanya mulai sekarang belajar menghitung sendiri supaya tahu slahnya, dimana kurangnya karena selama ini tahu beres saja, bagian kepegawaian yang menghitung. Okelah kalo begitu, tak ada yang sulit jika kita mau belajar, yakin kita bisa lakukan itu.

Dra. Nurlena Rifai, Phd

Sesi  Kedua, tentang apa saja yang termasuk KTI. Wah, ternyata banyak juga yang termasuk kategori KTI. Buat Modul dan Buku juga ada kredit point nya. Ada kasus, sudah lama dia menjadi penulis buku agama untuk tingkat SD dengan penerbit Erlangga, sejak tahun 1997, namun tak pernah diakui kredit point nya, meski sudah ada bukti fisik buku terbitan tiap tahunnya yang sudah di update sesuai kurikulum terbaru. Jawab narasumber seharusnya sebagai penulis utama dapat point 60%,  anggota tim penulis 40%. Buku yang dibuat adalah buku 10 tahun sebelum pengajuan kenaikan pangkat. Misal kenaikan pangkat 2012, maka buku yang boleh diajukan terbitan sekitar tahun 2002 ke atas. Tahun sebelumnya tidak diakui. Mungkin bagian yang mengurusi itu tidak concern/tidak ngurusi sehingga terbengkalai/diabaikan.

Pembimbing untuk PTK siapa ? PTk berapa obyeknya ? Populasi 1 sekolah, sampel nya satu kelas ? Memanfaatkan Pengawas,( lha gimana ?) Pengawasnya saja ora mudeng.. Rame-rame pada jawab itu. Kalo gitu kementerian harus membenahi diri dalam perekrutan pengawas. Pengetahuan pengawas harusnya  setingkat lebih dari kepala. Pembimbing bisa juga ambil dari balai diklat. Obyeknya satu kelas, supaya lebih fokus. Judul harus sejalan dengan identifikasi masalah. Dan seterusnya terkait penelitian tindakan kelas.

Sesaat setelah pelatihan ptk semngat 45 untuk melakukan itu, namun ketika sudah mulai pembelajaran maka justeru menurun motivasi nya. kiat nya ? kurangnya pembimbing gimana ? Kepala sekolah lebih rendah pangkat nya, bagaimna untuk penilaian angka kredit ? Siapa yang melegalkan hasil penelitian. Motivasi intrinsic lebih kuat, salah satu cara mempertahan motivasi ekstrinsik dengan melakukan pelatihan dari balai diklat terkait ptk. Bisa menggunakan jalur birokrasi atau jalur mgmp/kkg. Mgmp dan KKG dimaksimalkan sebagai media untuk sharing dalam bidangnya terutama untuk membuat ptk.

Sesi ketiga, masih lanjutan materi tadi. Tentang format usulan PTK. Hoaaaam..  mau beranjak dari kamar koq ngantuk ya ? Sudah keenakan rehat di kamar hotel, nyaman bener, gak pingin keluar kamar. Jika tak ingat masih ada sesi berikutnya, bablas tidur, membayar hutang tidur malam kemarin karena nge-print dokumen yang harus dikumpulkan esok hari. Materi tentang ptk secara khusus bidang kimia sudah pernah ikut, maka untuk kali ini seperti pengulangan dalam hal umum. Gpp ya mereview saja apa yang sudah pernah diketahui. Teman lain juga sedikit bête, karena sekedar teori tanpa praktek sepertinya tak bermanfaat disini. Rata-rata yang hadir disini sudah golongan empat yang sudah menahun. Mentok di golongan ini karena terkendala dalam pembuatan karya tulis ilmiah, salah satunya adalah PTK. Materi sebenarnya menarik, hanya penyampaian yang kurang menarik, monoton. Maka ada usulan untuk langsung kerja kelompok untuk saling share dalam kelompok. Namun karena waktu yang terbatas, maka usulan tidak diterima narasumber. Akhirnya ya tanya jawab  seputar kendala teknis yang mungkin muncul dalam finishing ptk. Pilihlah pembimbing yang kompeten sehingga meminimalisir masalah yang muncul ketika karya ilmiah itu akan diperiksa oleh tim penilai. kuatir ketika sampai di tim penilai justeru nilainya tidak bagus. Padahal sudah di acc oleh pimpinan di sekolah.

Untungnya gak lama sesi akhir ini, sangat mengerti bahwa peserta sudah sangat lelah, butuh istirahat. Biasa deh, kumpul teman sekamar ngobrol ini itu seputar sekolah dan adaptasi dengan pimpinan baru. Tidur yuuuk.. wajib membalas tidur kemarin, biar besok fresh.. good night, have a nice dream..

Sarapan bareng yuuuk… Ntar ah, masih pingin rebahan, gitu juga teman sekamar. Jadinya sarapan nya terburu2 jam masuk ruangan. Wow.. sedap bener, sarapan nasi uduk, masih hangat diatas kompor, plus omelet.. ngobrol dengan teman dr sekolah lain, karena masing2 sekolah kirim 1 perwakilan. Bergegas menuju ruang pertemuan. Oooo.. ternyata sudah mulai acara. Pengarahan dari bidang mapenda Kanwil. Lebih ke sesi tanya jawab seputar kesra DKI yg belum cair.. sabbaar, tunggu tanggal 20 september.. maksudnya ?? Ya yg kemarin pilkada itu. Akan ada putaran kedua. Jika jagoan menang maka dijamin kesra cair.. Oooo gitu toh, nasib kesra tergantung siapa yg jadi DKI satu. Tunggu saja ya, tau2 sudah ada di rekening bank nya.. hehe.. mau banget tanpa dikaitkan pilkada. Nasib kesra tergantung pilkada..

Pulang langsung menuju sklh, lanjut rapat persiapan raker. Eeeh ternyata sudah slesai dibicarakan dg pimpinan. Tinggal rapat komisi. Cuma sedikit yg bisa datang di rapat komisi, aroma liburan masih ada, duh.. ingat liburan koq kesel yak ? tinggal besok ini libur, habis deh gak sama sekali menikmati liburan. Untungnya semalam rehat nyenyak di hotel, anggap aja refreshing meski sehari lumayanlah, free.. cuma tranport pp taksi aja. Besok pinginnya libur, tapi ada janji presentasi  untuk wajah2 baru sklhku dalam mos. Momen penting untuk sekalian jelaskan tentang kurikulum di sklh ini. Meski lelah mereka antusias sekali, apalagi ada ‘makanan’ baru yg namanya ‘sks’ hehe..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s