Just babbling

Banyak kerjaan, duh gaya bener. Sok sibuk. Biasa aja kali. Hanya mempersiapkan segala sesuatu terkait tugas tambahan. Kalo pas ada ide untuk buat format/blanko administrasi, lebih banyak diselesaikan disekolah. Di rumah kadang bawaannya ngantuk terus. Apalagi saat ini sedang off puasa. Lebih banyak istirahatnya. Kadang aq iingin ada kegiatan baru yang lebih menantang, jenuh juga dengan rutinitas seperti ini. Dulu aerobic jadi bagian hiburan di tengah rutinitas. Lama sudah itu kutinggalkan karena sibuk tadi. Butuh banget hiburan nih. Apa ya ? Ada ide ?

Cerita tentang niatan baik yang belum terlaksana. Teman-teman sudah lama ada usulan untuk bentuk forum guru kajian Islami disekolah. Ide itu di pending dulu. Karena ide itu muncul saat jelang pilwaka. Kuatir aja ada yang suudzhon meski itu niatan baik. Tetep aja, bisa dikira sedang menggalang opini dan suara. Akhirnya sampai saat ini ide tersebut belum terealisasi karena bulan ramadhan, teman2  ingin segera pulang, menyiapkan makanan untuk buka puasa. Tunggu saja mungkin bisa pasca lebaran.

Cerita pasca pilwaka. Ada rumor tak sedap beredar. Penggantian pejabat penting itu karena ulahku (??). Waduh, koq bisa ? Aq sakti banget yak ? Bukankah itu hak prerogatif pimpinan. Pimpinan punya penilaian tersendiri terhadap bawahannya. Beliau mengambil kebijakan itu pasti sudah dengan pertimbangan yang sangat matang. Usulan dari aq ? Mana mungkin. Saat itu aq sedang dinas luar. Draft tentang distribusi jam usulanku, banyak yang direvisi, itu adalah hak pimpinan. Aq hanya membuat usulan, keputusan tetap pada pimpinan. Kata pimpinan, tak usah mendengarkan hal-hal yang tidak penting, masih banyak hal lain yang lebih penting untuk segera dikerjakan. Hal itu pastinya akan mengganggu konsentrasi. Biarlah orang mau bicara apa, terserah saja, karena memang bukan aq penyebab itu terjadi. Maklumi saja bahwa He’s in post power syndrome. Okelah kalo begitu, EGP.

Cerita tentang enaknya masakan seorang ibu akan terus dikenang sang anak, bahkan hingga sang ibu telah tiada. Itu kata dialog ppt tadi pagi. Bener banget. Anak-anak  selalu bisa membedakan rasa masakan buatan nenek dan aq. Hiks..  dalem banget nak. Ya pasti kalah jauh. Asli memang masakan ibu, top bgt deh. Tapi kesukaannya memasak hanya sedikit yang  menurun ke aq. Aq hanya suka bikin snack/kue tapi kalau untuk macam2 masakan gitu, nyerah deh, terlalu ribet dan banyak yang harus dikerjakan. Apalagi saat ini, si teteh merangkap koki juga. Jadilah gak ke dapur setiap hari, hanya saat tertentu saja kalo lagi mood. 🙂

Cerita tentang mau daftar kemana jadinya ? Nunggu pengumuman um undip hari jumat pagi. Jika keterima di pilihan pertama atau kedua maka ambil itu. Tapi kalo pilihan ketiga, maka ambil ipb. Validasi dari ipb sudah muncul, kena 24,4 juta, lumayan, lebih rendah dari perkiraan 35 juta. Per semester 3,8juta. Tahun pertama wajib asrama. Mulai masuk asrama tgl 31 Juli. Duh, bisa nggak ya si kakak ? Yakin bisa. Persiapkan batinmu untuk itu, toh suatu saat anak2 semua akan diboyong oleh suami2nya. Hiks, tinggal berdua lagi dengan husband. Mulai terfikirkan tentang biaya2 persiapan itu, sambil fikirkan biaya kuliah mereka. Hari gini gak ada yang murah ya ? untuk urusan gedung dan catering, semua berbiaya tinggi. Dibuat sederhana saja ? Gak tega. Moment penting dalam hidup anak2, kalo bisa dibuat spesial namun kalo bisa, juga dengan biaya murah. Bisa nggak ya ? Duh, nanti aja deh lanjut difikirkan. Jika memang sudah tepat waktunya.

Cerita tentang harapannya. Ternyata dia punya harapan besar terhadap kakak. Maklum ke anak sulung ya seperti itu. Harapannya semoga kakak keterima beasiswa manbuso itu (Ngarep.com). Berharap yang terbaik untuk si sulung. Jika itu benar adanya, sedikitnya bisa mengobati rasa galau pasca gak keterimanya di jalur undangan. Semoga ya kak, karena dia tahu persis anaknya punya mimpi sampai ke negara itu. Pernah dia bercerita bahwa anak temannya ada yang sudah selesai kuliah disana, dan lanjut bekerja disana. Dalam hati kecilku, berapa tahun aq dan kakak akan terpisah ? Ya Allah, pasti lama ya ? Lalu targetnya untuk menikah muda gimana ? Waduh, sadar2, itu baru hayalan. Ya Allah berikan yang terbaik untuk anak kami.

Cerita tentang lika-liku penjabat baru. Ciee penjabat sibuk bener nih. Tiap hari pulang sore dan selalu belakangan ketimbang bawahan. Banyak harus penyesuaian. Jika kerja cerdas, insya Allah bawahan akan tahu siap diri mu yang sebenarnya. jauh dari persangkaan teman2 sebelumnya. Cerita2 miring tentangmu pasti dihembuskan oleh orang2 yang dislike. Karena merasa terancam posisinya. Siapapun itu pasti ada niatan tersembunyi, dan itu demi kepentingannya sendiri dengan dilabelkan atas nama teman2. Jangan jadi pecundang, jika tak suka, sampaikan kritikmu dengan santun, jangan jadi provokator, lempar batu sembunyi tangan. Jika memang ingin sekolah ini maju, ayo bikin team work yang solid dengan satu misi, tak perlu ada pengkotak2an seperti ini. Berikan kinerja terbaikmu, bukan hanya bicara dan tertawa untuk hal yang tidak penting. Atasan pasti bisa menilai itu. Do with your best !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s