The first time living in asrama

Pagi masih sempat jalankan tugas utama. Jam sepuluh langsung balik, persiapan buat kakak. Hari ini harus masu asrama. Packing sudah dari kemarin, namun masih ada aja yang kurang, kaya mau kemana nih, repot bener bawaanya. Maklum ini kali pertama dia jauh dariku. Kusiapkan segala sesuatu untuk kenyamanan kakak disana. Semoga dia bisa menata hidup mandiri disana.

Salah asuh, mungkin. Selama ini segala sesuatu memang ada yang mengurus dan membantunya menyiapkan keperluannya. So, dia tak terbiasa untuk melakukan itu sendiri. Kalopun disuruh saat si teteh mudik, kadang dia berdalih sedang ada pr atau apalah yang pada akhirnya aq yang mengalah, dikerjakan sendiri saja daripada aq ngomel2, lalu dia mengerjakan dengan separuh hati.

Berangkat setelah dzuhur, sampai di lokasi jam dua kurang. Langsung registrasi untuk dapat kamar, Yups dapat di A2-266. Keliling cari kamar. Ampun, banyak bener kamarnya. Lumayan bersih nampak diantara lorong2 kamar.Waduh, label kamar sudah lepas, asli gak ada petunjuk tentang no kamar. Wow.. satu kamar empat orang. Anakku penghuni yang datang paling akhir. Tiga penghuni lain, sudah sebulan mereka bersama. Mereka lulus dalam jalur undangan, dengan jurusan berbeda. Sudah mulai kuliah/matrikulasi. Asal Bogor, Bekasi dan jawa timur.

Beres2 bawaan dari rumah. Lemari kebagian 1 pintu. Tempat tidur tingkat, kebagian yang bawah. Meja belajar kebagian di bagian pojok menghadap tembok. Duh, rada kurang sreg dengan posisi ini. Tanya kakak mau nya gimana, diapun terfikir hal sama. Kalo disetting meja belajar kakak, boleh nggak ya. Penghuni lama hanya ada satu orang, diskusi sebentar dengannya. Dia ijinkan untuk geser meja belajar. Mengaarah ke jendela. Tukar tempat dengan tempat tidur. Wow.. superwoman, dalam keadaan puasa, geser2 itu lumayan menguras tenaga.

Rehat sejenak setelah beres itu. Penghuni lain pulang kuliah. Duh, koq rada gak enak hati ya. Dari rautnya terlihat tak suka dengan setting ruang seperti itu. Aq coba jelaskan karena posisi meja belajar kurang pas. Ada kendala di mata kakak yang sudah minus 4. Jika kurang cahaya maka minusnya akan nambah. Sepertinya tetap tidak bisa terima penjelasan. Duh, semoga tidak menjadi masalah.

Bukber di kamar kakak, segelas sop buah, hmm seger, habis sekejap. Lanjut sholat maghsrib terus pamitan. Pesan2 singkat buat kakak. Ya Allah, lindungi anakku, semoga mudah diterima di lingkungan baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s