Gak enak dicuekin

Satu jiwa berada di asrama, sepi juga rumah ini. Ada yang kurang. Belum ikhlas bener jauh darinya. Meski dua hari ini masih bolak-balik ktemu, terasa banget pas sahur. Kami disini, dia disana dengan teman2nya. Telpon, sudah sahur bareng teman se-SMA-nya di kamar sebelah. Lho koq ngungsi ? Ada apa ?

Usai pertemuan ortu mahasiswa baru terungkap bahwa ada masalah hubungan dengan teman sekamar. Tak kuat dia, akhirnya nangis juga. Penyesuaian yang berat ternyata. Karena ada satu temannya yang tak suka dengan set ruang baru. Duh, apa aq penyebabnya ? Aq hanya bantu kakak untuk mendapat sinar lebih saat belajar karena kondisi matanya itu. Dampaknya jadi dicuekin abis. Tak disapa, tak dilibatkan. Awalnya satu, akhirnya semua kompak seperti ‘plonco’ kakak. Duh, gak tega dengar dia bertutur sambil nangis. jadi ikutan nangis. Gimana ini ? Mungkinkah pindah kamar ? Aq cari penanggung jawab kamar. Yang dicari sedang kuliah. Ktemu temannya, bicara dengan temannya untuk disampaikan ke dia. Minta no hp untuk bisa kontak langsung dengannya. Kusampaikan masalah kakak by phone. Ingin segera ada penyelesaian. Kuatir sikap ini mengganggu psikis kakak saat kuliah nanti.

Berpacu dengan waktu untuk segera ke Jakarta, ke sma kakak. Ada masalah dengan raport kakak. Ya Allah, dasar bocah ada aja deh masalah. Koq bisa raport hal 4 tercecer dimana ? udah gitu belum legalisir rangkap dua. Besok pagi jadwalnya regist. Jika ada yang kurang, bisa ‘batal’ jadi mahasiswa ipb. Stress, di jalan macet pula. Sampe lokasi jam lima sore. Sekolah sudah tutup. Hmmm.. yang penting sudah tau lokasinya. Sekolahnya sedang direhab total, ini lokasi penampungan sementara. Mungkin besok pagi2 sekali harus sudah disini.

Rembug dengan ayahnya. Jika pagi2 kesekolah akan butuh waktu lama menuju dan proses di sekolah. Maka mungkin akan terlambat sampai di ipb. Sementara jadwal regist jam 9. Akhirnya gak jadi urus itu ke sekolah. Langsung go to ipb. Sepanjang perjalanan sms dengan kakak. Sudah tak tahan dengan kondisi dalam kamar. Enggak enak tau dicuekin dan dikacangin. Cuma bisa bilang sabar. Nanti usai regist janjian ktemu dengan PJ ruang tentang bagaimana sebaiknya.

Menunggu regist lumayan juga. Sekitar tiga jam belum kelar juga. lanjut lagi setelah dzuhur di mesjid al huriyah ipb. Sambil menunggu, bincang2 dengan ortu lain, eeh ternyata sama kondisi psikis ibu2 rata2 berat berpisah dengan anaknya.  Anaknya yang mau kuliah, ortunya repot bener.

Ada sedikit kecewa berat dari kakak. Ketika diperlihatkan ijasah asli dan nilai UN nya, petugas mempertanyakan kemurnian dan kejujuran nilai itu. Dijawab langsung, itu asli nilaiku, hasil belajarku. Untuk meyakinkan, di tes lisan tentang proses fotosintesis dan katabolisme. Untungnya kakak masih ingat. Dijawab pertanyaan itu, maka percaya lah dia. Teman2 kakak ternyata tidak ada yang di tes lisan seperti itu. makanya dia kesel banget. Kupikir ada efek dari hubungannya yang kurang harmonis dengan teman sekamarnya, sehingga kakak jadi lebih sensi.

Bincang2 dengan PJ ruang. Kumohon untuk diadakan pertemuan dengan semua penghuni kamar. Beri penjelasan pada mereka bahwa semua penghuni punya hak yang sama untuk mendapat kenyamanan di dalam kamar tersebut. Karena semua sudah membayar ke pihak ipb. Jangan egois dan cobalah berempati terhadap kekurangan teman. Aq percayakan sepenuhnya untuk bisa diselesaikan oleh PJ. Untuk lebih meyakinkan kemungkinan pindah kamar, langsung kutemui pihak BPA. Kujelaskan keadaannya. Sarannya untuk dipending dulu sampai hubungan cair tak meninggalkan kejengkelan, baru boleh pindah kamar. Mana tahu dalam proses pending itu justeru jadi klop. Semoga.

Bincang2 dengan kakak tentang masalahnya. Aq suruh untuk bersabar. Namun lagi2 mulai berkaca2 matanya. Duh, asli gak tega. Dia amat tidak nyaman dalam kamar itu. Aq ajak lag PJ nya bincang2. Kuputuskan jika nanti malam rembug dan tidak ada penyelesaian yang baik untuk kakak, maka esok diurus untuk pindah kamar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s