Fight for her comfort

Sudah bu, gak ada yang mau mengalah. Mereka tetap keukeuh ingin dikembalikan ke posisi semula, itu sebagian isi sms kakak. Semalam rembug sampe jam 11 dan hasilnya seperti itu. Duh, itu sama artinya dengan kamu tak dianggap ada disana. Oke. hidup adalah pilihan. Jika masih bisa memilih kamar lain, harus diperjuangkan. Karena win-win solution sudah tak berhasil. Kontak PJ ruang, minta nomor pengurus asrama. Yups, kontak langsung. Belum bisa beri putusan karena masih dijalan menuju kantor.

Absen dulu, sudah dua hari ijin gak masuk. Jam 6.30 sudah disekolah. Jam 10 di Polsek, urus surat kehilangan raport. Jam 11 di cawang, di sekolah kakak, urus raport yang hilang. Jam 2 sudah dirumah, ngebut karena kepanasan, dzuhur. Kontak pengurus asrama, minta kepastian. Alhamdulillah, dapat kamar baru. Kontak kakak untuk menghadap duluan, kuatir tutup jam kantor maka tak bisa tukar kunci kamar. Kontak supir, He’s ready. Mampir dulu ke kasur busa, angkut dah. Jam 3 sudah di tol ciawi. Jam 4 sampe asrama. Berkemas, untungnya barang tak banyak. Angkut tahap satu. Tak lupa pamitan dan saling bermaafan dengan penghuni kamar lama.

Subhanalloh, tempat yang nyaman disini. Wellcome pula penghuninya. Terimakasih ya Allah atas hadiah ini. Kamar lebih luas, bersih, sirkulasi udara bagus, sinar masuk juga bagus, ruangan terang meski lampu belum dinyalakan. Sambutan hangat dan ramah dari tetangga kamar yang lain.

Angkut2 barang dipending karena jalan tertutup sementara ada acara kumpul2 jelang bukber. Jam 5 keliling cari takjil lanjut Ashar di masjid kampus, sambil nunggu bedug maghrib. Oooooh indahnya hidup ini. Terkapar sambil memandangi langit2 mesjid. Hidup ini full perjuangan. Lelah namun lega sekali setelah dapat tempat inap-studi yang nyaman untuk kakak. Iseng sms kabar-kabari. Rentetan waktu diatas kukirim ke teman dekat, anak dan husband, I need their support.

“Mantap.. benar2 waktu berharga dan bermanfaat. Selamat menunggu waktu berbuka bu.. enjoy it..”

“Hehe.. mumpung masih diberi kesempatan, syukuri. Asyik juga tuh. Selamat menanti bedug magrib..”

“hah ? keterangan rapot hilang ? siapa ? kakak ? semangat ibuuuuuuuu alhamdulillah kakak bisa pindah kamar :’D

I can’t survive without their support. Thanks all. I love u full.

Usai berbuka dan sholat maghrib, lanjut angkut2 dan beres2 di kamar baru. Tak henti berucap syukur kehadirat Mu ya Allah. Akhirnya kakak dapat kenyamanan disini. Pamitan pulang, kali ini ringan sekali. Sumringah wajah kakak, mmmuuah, jaga dirimu baik2 ya, jangan lupa bersyukur kepada Allah atas semua ini.

Empat hari pp jkt-bogor.. empat hari bukber bareng supir on the road. Lelah fisik, mental dan pikiran terbalas sudah malam ini.

Akhirnya perjuangan untuk kenyamanan kakak berakhir indah. Ini jadi pelajaran berharga bagi kami. Jadi cermin untuk langkah adik2nya. Pilih tempat kuliah yang paling dekat saja. Supaya tidak ribet urusan asrama ataupun kost. Perlu biaya, tenaga dan pikiran ekstra untuk dapatkan yang sesuai dengan hati. Harus benar2 terjamin kenyamanan selama tinggal disana demi kelancaran studi. Ya Allah.. beri kemudahan dan kelancaran studi kakak selanjutnya. Amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s