Not now maybe later

Pengumuman hasil seleksi tertulis beasiswa Monbukagakusho sudah keluar. Hiks.. kakak belum berhasil. Dia masih di asrama, lihat pengumuman itu disana. Don’t sad my baby.. Ikhlaskan, ini takdir terbaik dari Allah untukmu saat ini. Belum saatnya ke Jepang sekarang, mungkin nanti. Pancangkan tekad kuat bahwa kamu bisa lanjut kuliah S2 bahkan S3 di Jepang. Karena ada juga beasiswa untuk jenjang itu. Sabar ya.. Senang sedih silih berganti. Itulah warna warni kehidupan.

Asli tak terbayang jika langsung berpisah jauh dengan kakak. Pisah dekat aja seperti ini. Saat dia dirumah jarang sekali sms-an tanya kabar karena yakin akan ktemu dirumah, lihat fisiknya langsung. Empat hari kemarin benar-benar uji mental dan pikiranku. Sedang apa, makan apa saat sahur dan buka, jangan lupa minum susu dan vitamin, sudah mandi belum dan sebagainya di sms hingga larut malam. Semua tercurah untuknya. Kuatir berlebih. Apa ini overprotective ? mungkin iya sebab baru kali ini dia jauh dari kami.

Nasehat seorang teman, dimulai dari orangtuanya, ikhlaskan dia disana menuntut ilmu, maka anakpun akan mudah langkahnya. Benar katanya, harus kami ikhlaskan. Toh ini demi dia mengejar cita2nya. Hanya bisa berdoa mohon perlindungan dari Allah untuknya disana. Ini yang terbaik Allah berikan pada kami. Belum saatnya sekarang, mungkin nanti ketika kami dan kakak sudah sama kuat dan terbiasa berjauhan. Ya Allah mudahkan langkah kakak untuk wujudkan impian kuliah di Jepang .. Amiin. Man jada wa jada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s