Bukber big fam

Usulan bukber disambut dengan senang hati oleh semua. Setahun belakangan ini jarang sekali kumpul, karena jarang pula ada momen khusus yang diadakan dirumah ortu. Semua menyatakan siap hadir. Kecuali adik yang ke-4 berhalangan harus mengantar bos-nya ke suatu tempat.

Akhirnya bukber bisa terlaksana. Awalnya banyak sekali uneg-uneg yang akan disampaikan saat kumpul itu. Tapi urung karena waktunya terlalu sempit dan besok pagi semua harus siap beraktifitas lagi sehingga terburu sekali untuk pulang. Walau begitu tetap senang bisa kumpul big fam. Dari 6 anak (5 laki2 dan 1 perempuan), menjadi 12 anak dan 14 cucu (4 laki2 dan 10 perempuani), subhanalloh. 

Mama-bapak nampak sehat meski beberapa hari lalu bapak harus ke dokter karena asam urat nya tinggi kakinya bengkak. Saat ini sudah terlihat cerah, lebih kurusan, berjalan perlahan. Adik bungsu minta copyan resep untuk belikan obatnya sebelum big fam bubar kerumah masing2. Mama jauh lebih kurus lagi. Perubahan drastis saat kesedihan panjang berpulangnya adikku persis dibawahku karena jantung 6 tahun silam. Namun meski kurus, mama tetap sehat, jarang sekali terdengar keluhan sakit, hanya mengeluh saat ini tak bisa makan makanan yang keras. Gigi utuh namun tak kuat untuk menggigitnya. 

Kakak tertua beristerikan orang Jogja namun besar di Jakarta. Dikaruniai tiga anak, sulung putri sma kelas 1, yang tengah putri juga kelas enam dan bungsu putra kelas 3 sd. Aq sendiri dikaruniai tiga putri. Adikku almarhum meninggalkan seorang isteri dan dua orang putera-puteri, kelas lima dan empat. Keduanya tumbuh sehat sedang besar nafsu makannya sehingga badannya terlihat lebih gemuk. Adik ipar masih bersabar dalam single parent meski kami sudah menganjurkannya untuk menikah lagi mumpung masih muda. Namun dia menjawab tak semudah yang disarankan, karena jika pun ada yang mau berarti harus siap dengan sistem paket bertiga. Hehe.. iya juga, karena anak2 tak mungkin dipisahkan dari bundanya. Sabar aja, Allah pasti akan memberikan jodoh lagi yang baik untuk melanjutkan amanah dua anak yatim ini. 

Adikku yang berikutnya dikaruniai tiga anak. Sulung putri kelas enam, yang tengah putera kelas tiga dan si bungsu imut mungil putri usia 40 hari. Hmmm.. harum baby enak banget. Ternyata masih bisa menggendong baby, membuat bungsu-ku kepingin punya adik lagi. Yo wes pinjam aja bawa pulang, kalo nangis nanti ya dibalikin lagi. Hehe.. kaya pinjam boneka mainan aja 🙂

Adikku pengais bungsu dikaruniai sepasang putera-puteri usia tk b dan setahun. Masih terlalu repot untuk bepergian jauh sehingga seringkali ketika diajak kumpul bareng kedua anak ini bergantian sakit atau masuk angin. Kadang ipar curhat tentang kerepotan mengurus buah hatinya. Katanya enak ya mbak anaknya sudah besar. Yaiyalah, masa2 itu sudah kulewati. Kerepotan fisik berganti dengan kerepotan psikis dan pikiran. Tak berkeringat namun cukup menyita fikiran yang berdampak pada kesehatan fisik. Itulah kehidupan, tahapan dilalui sesuai kesanggupan, susah senang silih berganti.

Adikku bungsu punya satu anak perempuan. Seharusnya sudah dua namun baby kedua lahir sebelum waktunya sehingga tak kuat dan menghadap Ilahi tahun lalu.Saat ini sedang merencanakan untuk dapat baby lagi. Baby ala cikarang, berhubung baru pindah rumah ke cikarang. Selamat anniversary ya.. hari ini persis hari jadi ke-7 mereka, semoga awet, akur, bahagia sampai kakek-nenek. 

Dari enam anak yang sudah semua menghasilkan keturunan, tak ada satupun yang bisa tinggal bersama kedua ortuku. Hiks.. kasian keduanya. Mereka berdua saja dirumah. Awalnya berdua, kini berdua lagi. Konon menurut cerita mama, kini mama seperti mengurus baby, karena bapak tak sesigap dulu. Semua harus serba dilayani, jadi suster spesial untuknya. Untungnya mama sehat selalu. Jadi masih kuat melakukan rutinitas pekerjaan rumah tangga dan suster spesial itu. Duh, jadi ingat ke diri sendiri. Suatu saat aq akan sampai pada tahapan itu. Bisakah aq sesabar itu ? Bisakah ku tetap setia menjadi pendampingnya ? Saat dia benar2 sudah tak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri ? Akankah ku bisa sabar dan ikhlas melakukan itu semua ? Wallohu alam bis showab.. Smg bisa..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s