Adaptasi @asrama

Ibuuuu uang nya sudah menipis, sms dari yang di asrama. What ?! Waduh, mulai berasa nih. Sebelum pulang pekan lalu ketika menghantarnya, sudah kubekali untuk kira2 cukup dua pekan. Snack dll juga sudah dibawakan dari rumah. Ternyata masih kurang juga. Tapi kakak menyatakan untuk bisa bertahan sampai akhir pekan ini dengan uang yang tersisa. Syukurlah, kakak harus mulai belajar prihatin mengatur keuangan.

Penasaran juga pingin dengar ceritanya di asrama. Kalo beli makan bukaan dan sahur rata2 habis berapa. Sekitar 25rb ke atas. Lauk dan sayurnya apa aja ? Lauk sosis, ikan, ayam. Sayurnya kangkung, sop. Tapi kadang jarang pake sayur, sebab malas cuci mangkoknya ( waduh ??). Pernah beli sop sore hari, eh pas sahur udah keburu basi. Yaiyalah basi, sebab tidak dihangatkan lagi. Di kamarnya memang tidak boleh ada panci/kompor listrik dll alat elektronik kecuali hp karena pasti memerlukan banyak pasokan listrik. Maklum saja, ini asrama bukan kost2an. Cuma kasian aja pas sahur makan sajian dingin. Kata kakak ya dinikmati saja ketimbang kagak sahur. Syukurlah, mulai terbiasa dengan kondisi makanan apa adanya.

Kakak sudah laundry berapa kali ? Baru satu kali dan itu bayar 10rb karena lebih dari 2kg. Tarifnya 4rb/kg. Ini juga sudah banyak lagi pakaiannya. Kakak tumpuk dulu biar sekalian. Next time sepertinya gak bisa ditumpuk begitu, sebab baju yang kamu bawa terbatas. harus diatur supaya di lemari tetap ada pilihan untuk dipakai, jangan baju itu sedang di laundry semua. Pakaian dalam gimana ? Kakak cuci sendiri pake detergen, tapi tidak pakai pelembut. Yo wes tidak apa-apa yang penting bersih. Kalo mau praktis, maka sehari-hari upayakan selalu pakai pantyliner supaya pakaian dalam tidak terlalu kotor. Syukurlah, kakak mulai belajar cuci2 pakaian sendiri.

Lho koq minumnya langsung dari botol gitu ? Tidak apa2 ibu, biar tidak usah cuci gelas. Duh, dasar bocah. Malas makan sayur, supaya tidak perlu cuci mangkok. Tapi kakak sudah cuci piring setiap hari. Yaiyalah, kalo bukan kamu yang cuci bekas makanmu, siapa lagi yang akan mencucinya. Syukurlah, kakak mulai belajar cuci2 perabot sendiri.

Kakak kira2 boleh enggak bawa setrika sendiri dari rumah. Gak boleh ibu, sebab kalo ketahuan bisa ditegur oleh pengurus asrama. Kompakan saja sama teman sekamar, setrika nya disimpan setelah pakai. Terus gimana kalo masih lecek pakaiannya. Iya siy, sebab si tukang laundry nya, setrikanya tidak rapih. Tidak apa2 deh, yang penting cuma lecek dikit. Syukurlah, kakak belajar menerima kondisi apa adanya dari pakaian yang dikenakan.

Kakak pulang kamis/jumat. Jumat ibu sebab hari itu masih ada acara gathering sampai bukber. Kakak dijemputnya jam berapa ? Jangan lewat jam sembilan ya. Waduh, mudah2an bisa ya diusahakan sebab ibu juga ada acara bukber disekolah. Ayah mau banget jemput, cuma belum pasti bisa pulang cepat. Semoga aja bisa, sebab ayah penasaran pingin lihat asrama kakak. Oke deh, gak sabar nunggu cerita lengkap seputar lika-liku adaptasi tinggal di asrama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s