Kue Lebaran

Jelang lebaran banyak persiapan yang dilakukan di setiap rumah. Mulai dari ‘mendandani’ rumah supaya tampil lebih cantik saat hari itu tiba. Shopping baju baju, sepatu dll yang serba baru. Baju baru alhamdulillah tuk dipakai di hari raya (syair khas lebaran saat anak2 masih kecil).

Sebenarnya tak perlu juga seperti itu. Mungkin itu hanya sebagai penyerta dari sukacita merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Setelah sebulan penuh menahan segala rasa atau nafsu yang ada. Rasa kemenangan atas itu diibaratkan seperti bayi yang baru lahir. Suci bersih tanpa noda dosa. Maka segala hal mengarah ke hal itu. Baju baru, sepatu baru dll serba baru, serba bersih. Rumah tampilan baru, serba baru serba bersih.

Hidangan khas saat perayaan itu pun perlu disiapkan. Hidangan lebaran. Kue lebaran. Yups, kue lebaran selalu kami buat sendiri. Tapi entah kenapa kali ini malas untuk itu maka kutawarkan ke anak2 untuk kita beli jadi saja. Pilih2 yang enak sesuai selera semua. Namun si bungsu menolak itu. Tetap keukeuh harus membuat itu. Maka dipilih2 kue apa yang akan dibuat. Browsing kue2 lebaran terbaru. Dikalkulasi keperluan untuk itu. Hanya ada waktu dua hari untuk itu. Karena si teteh mudik.

Ada enam macam kue lebaran yang dibuat. Kali ini porsi nya dikurangi, supaya langsung habis saat lebaran usai. Kastengels, nastar, putri salju, kue kacang, kue bebangkit sagu keju, dan kue kering balut kacang. Kue tiga terakhir itu yang baru kami coba. Serba tepung dan serba manis. Untuk snack gurih biasanya kacang mete goreng. Wow harganya sekarang tembus ke 95ribu. Dari tahun ke tahun selalu naik harganya. Mulai dari 55ribu hingga kini mencapai 95ribu. Ckckck, mau gimana lagi, spesial aja buat lebaran makanya tetap dibeli, cukuplah setahun sekali.

Snack gurih lainnya sebenarnya suka sekali dengan pastel mini isi abon, dulu pernah juga buat itu saat masih punya mesin penggilingnya. Tapi mesin itu sudah di lem-par karena sudah berkarat, namun sayang tidak bi-ru (beli yang baru). Pernah beli snack itu, namun selalu kecewa dengan rasanya. Snack gurih pengganti pastel mini adalah cheese-stick buatan ibu mertua. Asli enak bener. Biasanya tanpa pesan, sudah pasti dapat jatah itu dari mertua, hehe.. ngarep.com.

Hari ini selesai buat tiga macam kue. Nastar, kue kacang dan bebangkit keju. Lumayan lelah, namun puas dengan hasilnya. Coba iseng difoto2 sebagai bukti bahwa tahun ini tradisi bikin kue lebaran masih berlanjut. Seru, ada yang bagian adonan dan cetak kue, bagian oles2, bagian oven dan pengemasan dalam topless. Gerak cepat supaya pas bedug maghrib semua sudah beres.

Masih ada tiga macam lagi untuk besok dilanjutkan. Hiks, neraca kue sampai ke ajal-nya. Dol per-nya sehingga tidak bisa dipakai lagi. Duh, padahal tinggal sekali lagi pakai, tapi itulah umurnya sampai disitu. Repot juga nih tanpa itu tak bisa dapat takaran yang pas. Kali ini memang harus dilem kuning. Goodbye neraca lama, makasih ya sudah menemaniku setiap jelang lebaran sejak 16 tahun lalu saat tradisi bikin kue lebaran dimulai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s