Indahnya Lebaran

Alarm berbunyi, hoaaaam, matikan, klik, bentar ya, masih ngantuk nih sebab baru bisa tidur pukul dua semalam. Ngapain ? ya biasa lah uplek2 upik abu, hehe.. Asli kerjaan rumah kalo ditelateni gak kelar2 nyaris 24 jam. Itupun belum sempat cuci2 pakaian. Biarlah menumpuk, sekalian besok atau lusa.

What ?!! Jam 5 wooooy… Halloooo yang diatas buruan bangun, udah siang nih, ayo buruan bersiap untuk sholat Ied.. gdubrakan buru-buru antre mandi. Duh, semoga masih kebagian tempat di dalam mesjid. Si sulung dan si tengah rapi duluan, bergegas berangkat lebih dulu untuk nge-tack tempat buat ber-empat. Masih ngoprek di dapur sebentar untuk menghangatkan makanan. Beres di dapur, segera berangkat untuk sholat Ied.

Akhirnya hari kemenangan tiba. Alhamdulillah semua bisa melaksanakan sholat Ied. Ada keharuan saat ikut mengumandangkan takbir. Tak terasa Ramadhan telah pergi. Akankah tahun depan bertemu lagi Ramadhan. Ibadah puasa tahun ini tak lebih baik dari tahun lalu. Tidak maksimal dalam menjalankannya. Masih disibukkan dengan urusan duniawi. Terutama fikiran terfokus untuk urusan si sulung yang baru mulai kuliah. Ampuni aq ya Allah, masalah duniawi telah membuatku terlena hingga tak bisa maksimal dalam ibadah Ramadhan. Beri kami kesempatan untuk bertemu Ramadhan kembali. Insya Allah akan berbuat lebih baik.

Ubah taktik bersilaturrahim dengan tetangga. Biasanya sibuk2 dulu dirumah. Makan, foto2 dll. Kali ini cukup makan kue saja, lanjut ikutan rame2 keliling dengan tetangga yang lain. Aha.. benar saja. Berasa banget lebarannya. Semua tetangga amprokkan di jalan atau di rumah tetangga yang sepuh. Resep banget, jarang keluar dan jarang ktemu tetangga, pas lebaran seru bisa ktemu semua, bak siput keluar dari rumah persembunyiannya.

Salam2an, cipika cipiki untuk ibu2, mohon maaf lahir dan batin. Meski jarang ktemu mungkin ada salah2 kata atau prasangka dalam hati yang sempat hadir dalam bertetangga. Sempat duduk lama di rumah nenek Tatang. Ada haru dalam lebaran kali ini. Kakek Tatang belum lama wafat, sakit diare sebentar, tak tertolong, mungkin memang takdirnya. Beliau terlihat sehat sebelumnya. Sudah usia pensiun namun masih dikaryakan di PT KAI. Selalu ramah dan senyum pada tetangga atau siapapun yang dikenalnya. Sapaanya khas, mau kemana neng ? Semangatnya luar biasa. Kemanapun masih kuat untuk berjalan kaki, apalagi saat hari minggu. Yang muda pasti kalah dengan semangatnya. Kakek-nenek ini selalu berdua berolahraga jalan pagi. Ckckck.. jempol dua deh untuk mereka. Bikin iri aja dengan kekompakannya. Akankah kita bisa seperti itu saat tua nanti ? Hiks.. entahlah. Wallohu alam.

Yups selesai keliling kampung, beres sudah silaturrahim dengan tetangga. Lanjut makan ketupat opor ayam. Ganti baju, siap2 kerumah emak-abah dan si mbah. Menyempatkan foto bersama. Biasalah, ada gambar sedikit tentang lebaran tahun ini. Adik datang untuk menjemput, maka kali ini bisa berfoto lengkap berlima. Lumayan buat kenang2an.

Huh.. kata siape kota ini sepi ? Katanye banyak yang mudik, eh tetep aja macet meski lewat tol. Puanasnya poll, cukup menguji kesabaran. Sekitar satu jam lebih sampai dirumah emak abah. Wuih, sudah kumpul semua keluarga adik. Tinggal tunggu keluarga kakak. Makan baso, emak jualan baso untuk anak mantu dan cucu. Siiip.. menu berbeda jadi pavorit nih. Semua pesan se-porsi, kecuali anakku, dua porsi. Balas dendam ya ? Abis enak siy, katanya.

Pamitan kerumah si mbah. Enaknya kita ini, cuma jarak satu RW sudah sampai kerumah mertua. Salam2an. Adik2 sudah tak lengkap karena sudah menunggu sejak pagi, akhirnya bubar sebelum kami datang. Yo wes seadanya saja. Mau gimana lagi. Sing penting sudah ktemu sesepuh, adik2 bisa ktemu lain waktu. Icip2 uli tape ketan. Ini yang khas dirumah si mbah. Ditawari makan, anak2 geleng kepala sebab masih kenyang. Usai icip2, pamitan balik lagi kerumah emak-abah.

Menunggu keluarga kakak datang, nyaris magrib. Gpp yang penting sudah lengkap ktemu semua kakak adik. Susah untuk kumpul semua seperti ini. Di acara bukber yang lalu, tidak semua bisa hadir. Kumpulnya anak mantu cucu pastinya menghibur hati orang tua. Abah–emak terlihat sehat sumringah. Semoga tetap sehat untuk keduanya.

Indahnya Lebaran kali ini. Langkap bersilaturrahim dengan semua. Yang berjauhan, silaturrahim via sms saja. Kami memohon maaf atas salah dan khilaf kata, hati dan perbuatan. Semoga Allah menerima semua amal ibadah puasa kita. Selamat Idul Fitri ya.. Semoga menjadi lebaran yang berkesan 🙂

pink-purple

lebaran keliling kampung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s