Dalam diam

Diam nya kenapa ? Sakit gigi ? Enggak juga. Sakit hati ? Mungkin juga. Sakit hati kenapa ? Duh, cape deh. Nebak2 perasaan orang. Sudah tahu dari dulu memang style nya kaya gitu. Susah untuk bicara. Tapi anehnya kalau dengan orang lain tidak seperti itu. Salah apa ya sampe harus menghadapi orang jenis ini ?

Ih, koq betah siy ngadepin orang kaya gitu ? Itu salah satu komentar kerabat ketika melihat satu adegan yang tak biasa di keluarga kami. Lha mau gimana lagi ? Harus sabar dan lapang dada nrimo apa yang sudah ditakdirkan-Nya untukku. 

Kebuntuan komunikasi seringkali dihadapi. Maka diam solusinya. Dalam diam, masing2 tetap olah pikir. Masing2 interospeksi diri. Masing2 ingin mencari pembenaran atas ego-nya. Masing2 tak mau kalah. Jadilah diam makin panjang. Sudahlah.. Biarkan itu terjadi untuk yang kesekian kali. Biarkan nanti akan ketemu jalan keluarnya sendiri. Asalkan dalam diam tak ada orang lain yang masuk, keadaan diam akan makin parah.

Tak suka dengan keadaan ini. Lebih suka blak-blakan, karena setelah itu plong dada ini karena uneg2 berhasil diungkapkan. Okelah kalau maunya seperti itu. Kuikuti gaya-mu. Sampai berapa lama kuat dalam diam. Kuikuti mau-mu jika itu mebuatmu nyaman. Enjoy your silent !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s