Datang dan pergi

Datang dan pergi dalam kehidupan adalah hal biasa. Pimpinan lagi-lagi kena rolling. Kata beliau inilah gaya kepemimpinan saat ini. Rolling tak terduga. Sebagai PNS wajib manut apapun yang diterima di pundaknya. Harus segera pergi karena akan segera datang pimpinan baru. Sebagai bawahan ya mau bilang apa, bisa berbuat apa selain terima saja apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT.

Selamat dan sukses Pak atas promosi-nya. Semoga semua mendapat keberkahan atas jabatan baru-nya. Terima kasih atas bimbingannya kepada kami meski baru seumur jagung. Bapak orang ke-empat di rumah kami. Makin banyak pelajaran untuk kami dari setiap pimpinan yang pernah mampir disini. Bapak pimpinan tersingkat yang memimpin kami disini. Semoga tetap meninggalkan kesan baik untuk kami dan untuk Bapak. Sukses terus untuk Bapak..

Selamat datang pimpinan baru. Srikandi lagi. Dengan kerendahan hati, beliau mohon untuk diterima di rumah ini. Dengan tangan terbuka kami menerima ibu. Semoga menjadi awal yang baik untuk bersinergi bersama membangun madrasah ini lebih baik. Wellcome, Mom..

Tahun ajaran baru, belum lama dimulai. Banyak yang baru sekedar konsep belum bisa dilaksanakan karena terbentur peraturan baru yang sudah masyarakat tahu tentang gratis-nya, meski sebenarnya itu baru pada tahapan sosialisasi namun kesannya kudu harus segera diterapkan. Repot ya. Kucuran dana yang digaungkan belum turun, masyarakat tak tau itu, hanya tahu gratis-nya saja. Perlu penyambung lidah ke masyarakat. Ini kendala kedua. Setelah kepergian ketua komite yang lalu, hingga kini belum tersusun pengurus komite baru. Sedang dalam taraf penyusunan, semoga selesai pekan depan.

Ulangan dan ulangan lagi. Sudah sampai pada ulangan tengah semester. Waktu cepat sekali berlalu. Pengunduran waktu uts dikarenakan faktor diatas tadi. Fix pelaksanaan di akhir bulan ini. Rapat dan rapat lagi. Banyak hal yang perlu dibicarakan bersama apalagi terkait pergantian pimpinan. Perlu banyak penyesuaian. Adaptasi harus lebih cepat, siap-siap berlapang dada, memahami perbedaan karakter kepemimpinan dengan yang terdahulu.

Alhamdulillah, tak jadi pergi. Stay here, meski masuk kategori sepuluh tahun. Terima kasih ya Allah, mutasi besar-besaran itu tak terjadi pada keluarga kami. Biarlah kami disini saja. Anak2 sudah ‘pewe’, aq pun demikian. Tak terbayang kalau harus terpisah semua. Karena anak2 sudah sepakat tak akan ikut jika mutasi itu terjadi. Ini yang terbaik untuk kami. Terima kasih ya Allah atas karunia terbaik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s