Home sick

Home sick, maybe..

Kakak minta dijemput karena sakit sejak siang kemarin. Bergegas menjemputnya malam itu juga. Pesan bubur buat makan malam sebab tenggorokan susah untuk menelan makanan katanya. Wow, kuraba keningnya, hangat, pucat pasi wajahnya. Yo wes, pulang saja, minta tolong ke teman2 nya utk ijinkan ke dosen bahwa besok gak masuk, sakit.

Dalam perjalanan, kakak tidur, langsung dibawa ke dokter 24 jam. Diperiksa, tensi agak rendah, lidah putih. Hmm, gejala typesnya kambuh. Penyakit ini memang bisa berulang, meski dulu sekali saat smp, dia pernah sakit ini. Yo wes mau dibilang apa, sudah kejadian dia kambuh lagi. Nasehat ku untuk hati2 akan makanannya di asrama, ternyata tak dilakoni-nya. Akhirnya ya seperti inilah.

Empat macam obat harus dihabiskan, kecuali untuk demamnya. Ada satu obat yang harus diminum setengah jam sebelum makan. Sampai dirumah langsung minum obat itu, jeda setengah jam lanjut makan bubur yang tadi sudah dibelikan. Susah sekali makan, Pahit bu, nggak enak. Ya gitu deh, kalo sakit mana ada makanan yang rasanya enak di lidah, semua berasa pahit. Paksakan untuk dimakan supaya setalah itu bisa minum obat lagi. Nggak sampe sepuluh menit dia makan.. semua dimuntahkan lagi. Huek… bau sekali muntah itu. 

So perutnya tetap kosong, dia gak mau makan lagi, mau tidur saja. Duh ampun deh, tak ada obat yang masuk ke tubuhnya, malam ini. Kuatir makin lama dia kambuhnya. Sudah diberi surat istirahat tiga hari. Praktis sepertinya sepekan ini dia nggak kuliah. Sambil membersihkan bekas muntahnya, tak hentinya beri petuah2 supaya dia berubah. Jika tidak bisa berubah, maka akan sering kambuh penyakitnya.

Dalam hal makan, dia memang agak rewel. Sangat pilih2 jenis makanan. Persis banget ayahnya. Jika tak cocok dengan menu makanan dirumah seringkali dia minta dibelikan sesuatu yang bisa bikin dia nafsu makan. Simpel saja, dituruti daripada dia tidak makan. Akhirnya inilah akibatnya. Sejak awal memang ini yang sangat dikuatirkan jika dia tinggal di asrama. Kontrol makanannya akan sulit dilakukan. Lengah sedikit, jadinya seperti ini. Kupikir bulan pertama dia sudah sukses adaptasi dengan lingkungan asrama. Jadi sedikit tenang meski kita berjauhan. Saat dengar komplain nya, sudah bosan dengan menu makanan di kampus, deg.. ini awal yang buruk, feelingku. Makanya malming lalu saat ketemuan, tak hentinya kunasehati untuk jaga makannya, minum susu, istirahat cukup, jangan tidur tengah malam. Selang sehari, esoknya dia  langsung demam.

Seharian ini, dia full tidur. Malam ini sudah membaik. Sudah segar. Hmmm.. kakak kalo home sick, bilang aja, gak usah sampe bikin kuatir gitu. Home sick-nya kakak, begini caranya. Nikmati dirumah kak, semoga terus membaik esok hari. 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s