Sabbbaaaaar

Boleh kutanya sesuatu ? Besok saja ya, saat dinas, ini sudah sore waktunya pulang. Jika dijelaskan via sms atau telpon sepertinya akan tetap salah faham, lebih baik diskusi langsung bersama rekan yang lain. Tanpa basa basi tak ada balasan lagi setelah itu.

Wow.. pagi2 sudah dapat kabar mengejutkan.Duh, gak sabar banget siy. Nggak bisa apa diselesaikan dengan kepala dingin ? Bukankah anda menjadi bagian dari manajemen ? Kenapa juga koq bikin rusuh ? Padahal sudah direncanakan saat istirahat nanti kita meeting, bahas tindak lanjut hasil rapat ortu beberapa hari yang lalu. Ini penting, terkait jumlah tersisa yang masih bisa dikelola atas seijin forum yang lalu. Sampai kapan bisa menyangga semua kegiatan yang sudah direncanakan sebelum  kucuran dana gubernur itu turun.

Niatan baik gak selamanya dinilai baik. Sabbbaaar, saran dari rekan. Inilah saatnya jika ingin saklek sesuai jobdes, sehingga tak seenaknya bikin rusuh. Ini hanya masalah misskomunikasi. Selama ini apa siy yang sudah dikerjakannya ? Dalam Peraturan menteri pun jabatan itu sudah tidak masuk hitungan. Jika demikian akan berpengaruh pada perhitungan jam untuk dapat tunjangan profesi. Itu sangat difikirkan untuk semua personil yang wajib dapat itu. Jangan sampai ada yang diabaikan dan berimbas pada ‘tidak berhak’ atas tunjangan itu. Setting ulang distribusi jam, ini berpengaruh pada jadwal sebelumnya. Maka lembur lagi revisi jadwal. Apakah itu tidak difikirkannya ? Atau menurutnya itu hanya pekerjaan enteng ? Susah kalo sudah beda visi dan orientasi. Jika hanya fulus orientasinya, dunia menjadi semakin sempit. Silakan lanjutkan upayamu !

Meeting fokus pada point2 yang ingin dapat jawaban pasti. No pungutan, walupun itu untuk pembelajaran imtaq.  Pengesahan pengurus baru harus segera supaya legal siapa saja yang bertugas kelola keuangan sesuai kesepakatan forum. Masih diperlukan format pengurus itu untuk penyambung lidah dengan stakeholder untuk mendukung kegiatan yang tidak didanai oleh gubernur, semisal rihlah dsb nya.

Bersiap pahit untuk segala tunjangan yang awalnya ada, menjadi tak ada. Lalu ? dimana letak penghargaannya ? Karena tugas tambahan tersebut bukanlah tugas yang mudah. Tugas tambahan sudah dihargai didalam tugas pokok (?) Nah lo.. emang enak. Nikmati tuh segunung pekerjaan. Apa iya gak bisa diusahakan gimana gitu ? Gimana apanya ? Siapa juga yang mau mengerjakan admin yang ruwet gitu ? Siapa juga yang mau masuk neraka ? Sendiri atau bareng2 ? Gak ada yang mau nanggung resiko. Urusannya hotel prodeo. Hiks.. apa coba, maunya penguasa nih ? Juknis juklak belum jelas, eh kudu harus diterapkan, lalu darimana operasional semuanya hingga itu cair ? Kapan siy cairnya ? Ini sudah tanggal 20 lewat jauh. Apa iya setelah tanggal tujuh nanti ? Sabar ya..semuanya.. semua sama2 sedang diuji. Apa iya karena faktor ‘jelous’ atas kesejahteraan yang dirasakan dari profesi kami selama ini ? Duh, sempit banget dunia. Ayo kalo mau dapat itu juga, beralih profesi seperti kami. Mau ?? hehe, pasti mikir dulu.

Bersiap melorot semangat kerja dari tiap personil. Apalagi tugas tambahan tak ada penghargaan sama sekali. Duh, kuatir banget nih. Dibawa santai aja bu. Gak usah ngoyo, gak usah lembur2an lagi, toh tak ada jatah uang lembur pula. Melas banget yak ? Masih belum jelas kapan kucuran dana itu dibuka, koq yang sudah kebayang justru ruwet dan susahnya. Jika juklak sudah ada, baru deh bisa dirancang program yang disesuaikan dengan juklak itu. Yakin dengan pemikiran terbuka dan bersama demi transparansi, semua akan dapat bagian sesuai pos-nya dan job-nya. Positif thinking, bersinergi demi kemajuan sekolah ini, apapun kondisi-nya. Semoga pikiran positif itu selalu ada 🙂 Semoga kami masih terus diberi kesabaran atas cobaan ini 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s