Yes, you’re always my baby

Ahad lalu hantarkan kakak ke asramanya. Meski kami galau, mau bilang apa, itu maunya kakak. Sepekan sudah dia dirumah. Wajib bed-rest karena gejala types. Sedihnya karena lagi semangat kuliah, harus ijin gak masuk karena kondisinya melemah. 

Saat dua pekan tak pulang kerumah, kami sempatkan jenguk kakak, bawa kfc pesanannya. Kangen kakak. Senang lihat dia lahap makannya. Juga tubuhnya masih sehat. Alasannya tak pulang karena akan ada kuis di pekan berikutnya, so persiapan harus matang karena kuis pertama. Yo wes gpp. Namun feeling gak enak itu saat dia bilang ‘mulai gak selera dengan menu makanan kampus’. Duh, ini indikator buruk, jika sudah tak selera dia memilih tak makan, sebab gak bisa dia paksakan untuk makan jika memang tak cocok dengan menunya. Ya Allah lindungi kakak, semoga dia tetap sehat.

Senin pekan lalu, dia sms minta di call. Duh, ada apa ya ? Duh, lagi2 gara2 provider abal nih maka koneksi lemot. Sejak ashar sudah dicoba call, gagal terus hingga usai magrib baru berhasil. Hanya terdengar, kakak sakit bu. Sahutanku sudah tak terdengar lagi olehnya. Duh, coba call lagi, gagal lagi. Gimana ini ? Rembug with husband, jemput saja. Kuatir banget terjadi apa2 dengannya.

Di perjalanan coba call lagi, duh masih belum bisa. Sabar sambil herdoa semoga kakak baik2 saja. Akhirnya dia call balik. Demam sejak pulang kuliah, sabar ini dijalan mau jemput kakak. Samapai asrama langsung masuk ke kamarnya. Kakak tidur sambil diselimuti. Kukecup keningnya, dia terjaga. Ya Allah, kondisinya lunglai, beda banget dengan dua hari lalu saat kami jenguk. Yo wes, ini wajib pulang. Pamitan sama teman sejurusannya mohon titip ijin ke dosennya. Beres2 bawaan cucian kotor. Waduh.. 1 dus susu kotak ultra yang kubelikan dua pekan lalu hanya berkurang 4 buah. Kutanyakan padanya, kakak jawab, iya gak sempat minum susu. Koq segitu gak sempat ya ? Padahal itu penting untuk jaga staminanya karena kakak pemilih sekali menu makanan. Ya mau bilang apa ? Sudah jadi bubur, hanya kesal aja dengan ke-tidak-peduliannya terhadap kesehatan. Akhirnya seperti ini.

Sampai di klinik, kakak masih nego, besok aja ke dokternya. What ?? kondisi selemah ini masih sanggup nego periksa dokter besok. Makin jengkel rasanya. Tinggal nunggu sebentar saja, masa dipending sampai besok ? Maksudnya ?? Akhirnya pura2 cuek saja dengan keinginannya. Saat periksa beneran tuh gejala types kambuh. Wajib istirahat dan makan bubur. Hmmmm emang enak kudu harus minum obat ? Akhirnya ulahnya tak selera makan berasa juga oleh dirinya sendiri. Full akhirnya makan tidur saja setiap hari.

Kamis kontrol ulang. Masih harus istirahat karena keluhannya, demam masih naik turun. Yo wes gpp. Wanti2 banget kudu harus full istirahat. Jika banyak gerak justru typesnya terus memanjang. Rugi kan ? Kuliahnya makin tertinggal. Kakak belum dewasa. Pikirannya masih polos. Belum dewasa, belum bisa urus diri sendiri. Ini yang sejak awal kami kuatirkan. Kejadian juga akhirnya. 

Kami hantarkan kamu dengan galau

Betapa tidak, kamu belum sembuh

Kamu memaksakan diri untuk kuliah

It’s oke jika itu pilihanmu, tak bisa dicegah

Sambil beres2 kamar dan lemarinya, sambil nunggu dia makan malam sebab usai itu wajib minum obat. Pesan2 singkat namun ber’anak-pinak’. Seputar stamina-nya. Sambil ngobrol dengan teman sekamarnya. Sambil minta no hpnya. Kuatir saja tentang kakak, Temannya celoteh, seringkali  kakak makan malam harus diingatkan. Kalo sarapan ? Kakak bangun siang karena kuliah siang dan malamnya seringkali dia begadang, meski dia berkelit bahwa itu dalam rangka mengerjakan tugas. Tetap saja judulnya begadang dan kurang istirahat. Hmmm hebatnya anakku menej waktu 😦

Dengan berat hati, kami terpaksa merelakannya di asrama. Dia sangat kuatir dengan kuliahnya. Ya mau bilang apa, sing penting dijaga saja makannya dan istirahat supaya cepat sembuh. Baik2 ya nak di asrama. Jawab call or sms ibu pagi, siang,malam, hanya say hello tanya keadaanmu. Dia setuju.

Kakak sudah di kampus ? Sebelum berangkat tadi apa sudah mimi cucu ? *like a baby.. Yes, you’re always my baby. Meski raga-mu sudah lebih tinggi dari kami. Tetap kamu itu my baby. Sakitmu bikin kami cemas. Akankah kamu survive disana ? Insya Allah.. Ya Allah mudahkan kesembuhan for my baby..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s