Panitia “Bantet”

Berawal dari kebijakan ‘gratis’ tea, maka semuanya harus maklum akan dampak lanjutan dari berlakunya kebijakan tersebut. Sosialisasi di kalangan sendiri sudah lebih dulu dilakukan. Ini penting untuk menyamakan persepsi bahwa ini bukan karena ganti pimpinan, yang secara kebetulan terjadi bersamaan dengan datangnya pemberitahuan kebijakan itu. Sosialisasi lancar, banyak pertanyaan terkait mata anggaran yang di paparkan. Koq sudah kebayang nih ribetnya. Dana segitu jadi tak berarti ketika pengelolaanya sangat dibatasi. Buat ini gak boleh, buat itu gak boleh. Jadi buat apa dong ? Benar2 bersiap kencangkan ikat pinggang saat itu diberlakukan. Ada pepatah, kalo gitu kita bak tikus mati di lumbung padi. Nah lo siapa mau jadi tikus ? Eh, siapa yang mau mati ?

Rapat panitia kegiatan sudah dilakukan, namun action nya gagal total mengingat kepentingan yang lebih besar. Daripada semua menjadi korban ‘tongpes’, yo wes.. panitia jadi “bantet” kerja. Sebatas rapat saja. Untungnya panitia belum banyak action, jadi bisa diset-ulang, alhamdulillah teman-teman bisa diajak kompakan untuk memikirkan kebersamaan, thanks banget buat panitia “bantet”  yang sudah ikhlas mengedepankan kemaslahatan bersama.

Karena sudah ikhlas panitia “bantet’, mungkin dapat nge-save anggaran yang seharusnya untuk kegiatan. Akhirnya bisa terwujud kebersamaan dan sumringah dari semua rekan. I love it. Semoga dapat terus bekerjasama dan mementingkan kepentingan bersama.

Kepikiran juga untuk dapat mengganti lelahnya upaya teman-teman mensukseskan kegiatan itu berlangsung. Bagaimana caranya sementara panitia bantet maka anggaran pun ikutan bantet. Lalu  darimana ? Dapat sinyal bahwa untuk penggandaan bisa diganti dari sumber lain. Yes, maybe dari sini bisa upayakan itu.

Setelah diskusi dengan teman untuk kebaikan bersama maka boleh saja itu dishare meski judul awalnya untuk penggandaan. Siiip, kasih penjelasan singkat untuk yang bertugas nge-share. Kupikir beres sudah satu pekerjaan, lanjut pekerjaan berikutnya.

Sepekan setelah nge-share dapat sms ‘manis’ banget. Membandingkan dengan perolehan di anak cabang sono. Maknyoss deh.. Masih bisa sabar ? Harus sabar menghadapi mahluk jenis ini.  Iseng balikin aja sms itu ke ybs, Let’s see. Geregetan aja kenapa juga beraninya via sms. Tanya langsung aja ke sasaran, pasti akan dijelaskan secara lengkap. Buat list perbandingan biar nanti bisa diperlihatkan perbedaan dengan anak cabang. Yes, sudah jadi tinggal diberitahu ke teman yang kepingin banget tahu itu.

Semoga ini berakhir baik, jangan jadi arwah penasaran terus sehingga mengganggu ketenangan mahluk lain yang ingin berbuat yang terbaik untuk negeri ini. Cepat sembuhlah dari post power syndrome. Rezeki Allah Maha Luas. Tak hanya terbatas pada satu pintu ‘jabatan’. Dari pintu manapun akan terbuka jika anda pandai mensyukuri nikmat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s