Tak Cantik Maka Tak Laku ?

Alhamdulillah, realitas berjuta-juta wanita yang berparas kurang atau tidak cantik sama sekali, akhirnya menikah, bahkan di usia muda , bahkan sebagian dengan pria tampan, dari masyarakat umum, selebritis, pejabat, kalangan terpelajar, hingga orang-orang yang hidup di lingkungan relegius, kalangan ngaji, keluaran pesantren dan yang lainnya.

Akhirnya, itu juga membuktikan bahwa wajah yang tak cantik, begitu pula paras yang kurang tampan, sama sekali bukan halangan seseorang menjemput jodoh.

Realitas sebaliknya, juga sungguh tidak sedikit. Kalangan selebriti yang berwajah cantik dan rupawan, pejabat, pengusaha yang sudah cantik atau tampan masih pula berduit dan punya popularitas, ternyata banyak yang terlambat menikah, hingga usia yang tak lagi lumrah.

Kasus serupa banyak juga muncul di lingkungan kalangan orang-orang mengaji, atau orang -orang yang terbiasa dengan norma keagamaan. 

Banyak wanita cantik dan pria tampan di sana yang terlambat menikah. Minimal, terlalu banyak wanita atau pria yang jauh lebih tidak tampan, tidak cantik dan jauh lebih buruk rupa, ternyata sudah lebih dahulu menikah.

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”(Ali Imran : 27)

Mungkin banyak orang yang kurang menyelami realitas itu, sehingga semuanya di biarkan mengalir tanpa ditelaah. padahal semuanya itu mengajarkan kepada kita, bahwa kecantikan dan ketampanan bukanlah ‘jaminan’ seseorang mudah mendapatkan jodoh. Wajah yang biasa-biasa saja , bahkan terkesan yang buruk rupa, juga tak sedikitpun membuat orang jauh dari jodohnya.

Betul, bahwa nyaris setiap pria ingin beristrikan wanita cantik.

Tidak salah, seperti hampir setiap wanita suka bersuamikan pria tampan.

Tapi realitas sering membuat teori itu ambruk, dan nyaris membuat kepala kita terdongak karena terkejut, ‘Bagaimana mungkin, wanita secantik itu rela menikah dengan pria yang tampan pun tidak, kaya juga tidak, pendidikannya pun rendah…. Alamak …’

Dia pria yang dilirik banyak wanita, ngetop, sering dikerumuni wanita-wanita cantik. Tapi lihat, akhirnya ia menikah dengan wanita yang sama sekali jauh dari ‘cantik’, bukan pula orang kaya, dan parahnya, ia juga bukan selebritis, tak punya nama.

Apa modal wanita dalam menggaet sang jodoh ? itu misterius.

Maka ungkapan ‘Tak Cantik Maka Tak Laku,’ selalu saja terhenti di tataran teoritis, dan ambles manyun di tataran realitas.

Betul, bahwa ada dari sebagian dari gadis atau pria yang belum menemukan jodohnya, dan secara kebetulan mereka kurang beruntung karena memiliki wajah buruk rupa.

Tapi, syukurlah, bahwa mereka juga ditemani banyak pria dan wanita yang berwajah jauh lebih cantik dan tampan ketimbang mereka.

Ada orang yang urung menikahi mereka karena mereka tidak cantik, pun wajar-wajar saja. Tapi, lihat banyak pula orang yang beringsut mundur menikahi wanita-wanita cantik, karena alasan-alasan lain.

Terbukti, dalam dunia asmara jahiliyyah ada banyak pria berpetualang dengan banyak wanita cantik, akhirnya menikah dengan wanita buruk rupa.

Banyak orang-orang kaya yang memiliki isteri-isteri cantik, akhirnya berzina dengan wanita yang tak secantik isterinya. Alasannya klasik, hanya karena kurang mendapatkan pelayanan dari isterinya. tetapi toh, kecantikan si isteri tak mampu meredam nafsu bejat-nya untuk bertindak di luar kewajaran.

Di sini, saya hanya ingin menegaskan bahwa jodoh memang kadang berseiringan dengan kecantikan, ketampanan, uang , jabatan, prestise, popularitas, atau hal-hal sejenis itu. Tapi semuanya tak bisa menarik ulur datangnya jodoh.

Kasus perceraian yang sangat banyak terjadi di kalangan selebritis semakin menegaskan, bahwa terkadang ada sejenis jodoh yang hanya bertahan di lembar-lembar tipis perjalan hidup, meski ia disemai di tengah popularitas dan limpahan harta benda, kecantikan dan ketampanan yang bahkan dioles menjadi jauh lebih memikat. Jodoh, ternyata kadang tak betah berlama-lama di situ.

Itu artinya, tak perlu merasa ‘minder’ untuk bisa menjemput jodoh, meski dengan modal fisik seadanya, atau dibawah rata-rata. Terlebih-lebih, karena ‘Inner beauty’ yang misterius itupun kerap mengubah sosok biasa menjadi luar biasa cantik-nya. ^_^ Percaya dech ^_^.

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s