Kasih sayang tak terbatas…

1. Saatnya makan jika makanannya kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata: “cepatlah makan nak, ibu tidak lapar.”

2. Waktu makan ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata: “Ibu tidak suka makan daging, makanlah nak.”

3. Tengah malam saat dia menjaga anaknya yang sedang sakit, ia berkata: “istirahatlah nak… ibu masih belum ngantuk.”

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu, ia berkata: “simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang.”5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibu untuk tinggal si rumah besarnya, ia lantas berkata: “rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana.”

6. Saat menjelang tua ibu sakit keras anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata: “jangan menangis nak, ibu tidak apa-apa.” Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu. 😥

 

Ibu…
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu…
telah kupandang wajahmu di waktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran

terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Ibu…
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu…
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu…
telah kau hujamkan matamu
untuk menentang sang surya
telah kau hentakan kakimu
untuk menindas bumi
telah kau mantapkan hatimu
untuk taklukan sang waktu

Ibu…
telah kau luangkan begitu banyak waktu
hanya tuk menjagaku
tlah kau hempaskan kepentinganmu
hanya tuk mengurusku

Ibu…
remuk hati ini… melihatmu menangis
hancur raga ini melihatmu terluka
mati raga ini bila kau tiada

Ibu…
hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi,
Atas rasa cintaku padamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s