Hari Pengurbanan

Ada yang beda perayaan idul qurban tahun ini dibanding tahun lalu. Ied mubarok karena pas hari Jumat. Waktu sangat sempit jika pemotongan hewan qurban dilakukan langsung setelah sholat Ied. Seperti halnya di mesjid dekat rumah abah-emak, penyembelihan dilakukan hari sabtu. Maka kunjungan lebaran sekalian aja hari sabtu.

Rumah abah-emak porak poranda, sedang rehab total. Namun begitu tetap menjadi base-camp panitia pemotongan hewan qurban. Tiba disana saat panitia sedang rehat makan siang, biasa deh rame bener, sekitar tujuh puluh orang makan siang bersama. Jadi ingat masa remaja dulu. Kalau ada momen rame gini, siap-siap tenaga ekstra buat beres-beres dan cucian perabot segunung. Tapi asli, semua itu ikhlas kulakukan demi mama tersayang karena kami tak ada pembantu dirumah.

Keluarga abang gak bisa hadir, ada urusan katanya. Keluarga adik kedua gak bisa hadir karena mudik ke cirebon dan kuningan. Keluarga adik ketiga gak bisa hadir karena si kecil sakit dan dia sendiri dinas shift siang. Keluarga adik bungsu sudah hadir kemarin. Jadilah ‘sepi’ tanpa family abang dan adik2. Seperti bukan lebaran nih. Hanya kunjungan rutin bulanan saja. Kasian mama sedih karena tak biasanya seperti ini. Ya mau gimana lagi, masing-masing punya kesibukan yang tak bisa dihindari. Sabar ya mam.. ku bisa merasakan apa yang mama rasakan saat ini.

Lanjut kerumah mbah dari ayahnya. Seperti biasa ditanyakan jam berapa datang, sudah makan belum dll, pertanyaan rutin. Tanya kabar kakak karena sudah terlihat sehat. Alhamdulillah cukup seminggu saja sakitnya, jangan terulang lagi. Tak lama ketemu kawan lama sedang jalan berdua, salam-salaman lebaran, ngobrol sebentar tentang anak dan keluarga. Skor sama tiga anak. Hanya yang tengah laki-laki. Ketika bertanya balik, langsung deh dapat saran, satu lagi aja pasti dapat anak laki-laki. Duh nggak lah, sudah tua, cukup sudah bercapek2 mengurus baby. Itu dulu, kini tinggal cari biaya buat kuliah dan nikahnya anak2. Kata husband mungkin sekitar 4-5 tahun lagi siap2 mantu. Wkkk.. jadi ngebayangin, lucu kali ya, sambil pesta nikah sambil gendong baby, bikin geleng2 kepala banyak orang. So gak usah ya kepikiran punya baby lagi, tenang aja, nanti juga dapat tiga anakmantu laki2. Ya kan ? šŸ™‚

Saatnya pulang dan bawa kiriman buat abang dan adik yang gak bisa datang. Biasanya ini tugas di bungsu, Berhubung dia datangnya kemarin, jadilah kami yang harus berkurban. Bismillah, ikhlas antarkan makanan lebaran spesial buatan mama.

Sampe dirumah, Gak ktemu abang dan mpok. Ternyata sedang sibuk persiapan buka toko besok pagi. It’s ok, sing penting delivery sudah sampe. Lanjut ke rumah adik. Lumayan jauh dan macet. Supir mulai mengantuk. Sabar ya sayang.. perngurbananmu pasti dapat ganjaran dari Allah. Sampe rumah adik mampir sebentar, lihat keadaan si kecil, alhamdulillah sudah sehat. Adik sendiri belum pulang dari dinasnya.

Lanjut pulang, lega rasanya sudah tunaikan titipan mama buat anak2nya. Perjalanan lancar tak ada macet, cuma feeling koq rasa gak enak dengan kondisi mobil. Benar saja, duaarrr, gledek gledek jalan mobil tak stabil. Bergegas beri sen kiri untuk mobil menepi. Ya Allah.. terimakasih kami selamat. Ban mobil pecah parah. Ā Bergegas ambil dongkrak dan peralatan bengkel yang diperlukan. Dia terlihat panik, untungnya ada petugas patroli yang datang ikut membantu mengganti ban. Tak lama selesai ganti ban. Say thanks and salam tempel buat petugas tersebut. Terimakasih atas siaganya sehingga tak perlu lama proses penggantian ban. Semoga pengurbanan kalian membantu kami, mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Hari yang penuh pengurbanan. Alhamdulillah bisa dilalui dengan selamat. Cukup sekali hari lebaran seperti ini. Hari lebaran yang penuh pengurbanan. Kurban hati dan perasaan. Semoga tahun berikutnya Ied Ā lebih bermakna.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s