Kuman gentayangan

Ada kuman gentayangan disini. Koq bisa ? Ya bisalah. Apa sih yang gak bisa di negeri kecil ini. Bagaimana kerja kuman sebenarnya ? Diam-diam beraksi, ‘gremet’ gitu, bikin tak nyaman, terus menerus bikin tak nyaman  apalagi gentayangan terus. Koq kaya hantu gitu ? Iya, sebab aksinya nyaris tak terlihat, namun dampaknya sangat besar, Pola pikir anak-anak yang dirusak oleh kuman gentayangan ini. Parah bener kan ? Ini bisa jadi perang pikiran. Ditimbang-timbang di hati, bertolak belakang. Tapi kuman itu terus menyerang secara intens, yang akhirnya ‘mak jleb’ ke dalam hati. Jadilah hati dan fikiran sepakat membenarkan apa yang diumbar kuman gentayangan ini.

Gimana ya cara basmi kuman gentayangan gini ? Biasanya cocok pakai desinfektan. Apa iya ampuh ? Ampuh kalo dipaksa si kuman ini minum sebotol desinfektan. Pasti manjur, langsung heboh deh negeri kecil ini. Haha.. nggak segitunya kali. Pakai cara lain dong, cara yang juga sama halusnya dengan cara si kuman. 

Entah apa tujuan ‘gremet’ si kuman ? Tujuannya mungkin hanya satu, gimana caranya si kuman puas membalas sakit hati yang paling dalam. Kalo itu belum terbalaskan, mungkin gentayangan terus sampai ajal menjemput. Ya Rabb, sia-sia sekali hidup ini jika hanya dipenuhi oleh itu. Mohon ampun ya Allah, jika banyak hal membuat si kuman gentayangan.. Mohon hidayahnya agar dia tak gentayangan terus. Kasihan anak-anak yang masih bersih polos sehat, kemasukan si kuman. Biarkan mereka bersih tanpa noda dan sehat terus fikirannya, tidak dirusak oleh si kuman.

Akankah si kuman besar dan dewasa ? Ternyata pengalaman hidup tak mendewasakan si kuman. Kuman gentayangan karena masa lalu-nya mungkin tak lengkap dalam hal mendapat pengakuan dari lingkungannya. Asa-nya yang tertunda, betapa ingin dia mendapat pengakuan bahwa kuman-pun bisa menunjukan sisi positifnya. Asa-nya terjegal/terserobot secara paksa oleh orang lain yang dianggap si kuman tak mengakui ‘eksis’ nya.

Ego si kuman sungguh luar biasa. Adakah dia melihat diri-nya sendiri ? Lebih dalam ke diri-nya ? Apakah selama ini sudah maksimal tunjukkan sisi positifnya ? Semut diseberang lautan nampak, gajah dalam dirinya tak nampak. Susah jika terus begini. Hanya mukjizat dari Allah yang dapat membukakan pintu hatinya.

Berharap sungguh

Si kuman tak lagi gentanyangan

Biarkan negeri ini hidup tenang

Jika kuman legowo atas semua takdir Ilahi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s