Hak Anak

1. PILIH PASANGAN YANG SOLEH/SOLEHAH SEBELUM MENIKAH

Bagaimana caranya ? Pilih lingkungan pergaulan yang soleh/solehah, insya Allah mudah terbawa menjadi soleh/solehah. Benarnya pilihan pasangan akan menentukan kebahagiaan di masa yang akan datang. Pilihlah pasangan karena agamanya, bukan karena harta, kedudukan dan kecantikannya. Untuk mendapatkan pasangan yang soleh maka harus berupaya men-solehah-kan diri terlebih dulu, atau sebaliknya. Karena pasangan yang soleh hanya untuk wanita solehah. Setelah mendapat pasangan, hendaknya qana’ah (merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah), harus menyadari bahwa pria/wanita tidak ada yang sempurna.

2. BERDOA SEBELUM BERHUBUNGAN BADAN

‘BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNASY-SYAITHAN WA JANNIBISY-SYAITHAN MA RAZAQTANA’

Dengan nama Allah. Ya Allah, Jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami. Berdoa bertujuan menghindari syetan dalam hubungan tersebut dan jika Allah menakdirkan (dengan hubungan itu terlahir) seorang anak, maka syetan tidak akan bisa memudaratkannya.” (HR Al-Bukhari no. 3283 dan Muslim no. 3533)

3. PERHATIKAN ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN

Perhatikan kesehatan bayi dan sifat-sifat yang akan diturunkan dari ibunya ke anaknya. Seorang ibu harus sadar terhadap apa yang dikerjakan di kesehariannya. Jangan sampai dia memiliki kebiasaan-kebiasaan jelek yang secara tidak dia sadari akan berpengaruh terhadap perilaku bayinya nanti. Seorang ayah wajib menafkahi ibu yang mengandung anaknya, karena menafkahi anak itu wajib.

4. PERLIHATKAN RASA SENANG KETIKA DIA DILAHIRKAN

Ayah dan ibu wajib menunjukkan rasa senang  saat anaknya dilahirkan. Bagaimanapun keadaan anak itu. Baik laki-laki maupun perempuan. Terkadang Allah menguji sang Ayah dan sang Ibu dengan anak yang cacat. Mereka diuji dengan kebutaan, kebisuan, ketulian atau cacat yang lainnya pada sang Anak. Orang yang paham bahwa itu adalah ujian, maka dia akan berlapang dada untuk menerimanya dan tetap merasa senang. Sebaliknya orang yang tidak paham, maka dia tidak akan senang, tidak ridho bahkan terkadang bisa sampai mengarah ke perceraian atau pembunuhan sang anak.

5. JAGA HAK HIDUPNYA SEJAK DALAM RAHIM MAUPUN KETIKA TELAH LAHIR

Anak pun memiliki hak untuk hidup. “Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan! Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS Al-Isra’ : 31). Bentuk pembunuhan yang banyak dilakukan adalah dengan peraktek aborsi. Aborsi hukumnya adalah haram, terkecuali ada alasan darurat yang membolehkannya. Jika telah melakukan hal tersebut karena disengaja, hendaklah segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah.

6. BERI NAMA ANAK DENGAN NAMA ISLAMI

Anak pun memiliki hak untuk diberi nama yang baik dan bagus didengar. Nama itulah yang mewakili dirinya untuk kehidupannya kelak. Oleh karena itu, janganlah salah dalam memilihkan nama. Pilihlah nama-nama islami dan menjauhi nama-nama yang mengandung unsur penyerupaan dengan agama lain atau penyerupaan dengan pelaku-pelaku kemaksiatan. Sudah sepantasnya seorang muslim bangga dengan nama islaminya.

7. BERILAH ASI HINGGA DUA TAHUN

“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi rezki (makanan) dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya. Dan orang yang mendapatkan warisan pun berkewajiban demikian…” (QS Al-Baqarah: 233).

8. AQIQAH DAN CUKUR RAMBUT ANAK DI HARI KE TUJUH KELAHIRANNYA

“Seorang anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ke tujuh, diberi nama dan dicukur kepalanya.”(HR Abu Dawud no. 2837, At-Tirmidzi no. 1522 dan Ibnu Majah no. 3165)

9. PERHATIKAN KEBERSIHAN TUBUH DAN MENG-KHITAN-KANNYA

Orang tua wajib memperhatikan kebersihan anaknya. Orang tua mengajarkan cara menjaga kebersihan. Misal : membuang sampah pada tempatnya, membersihkan tempat tidur, membiasakannya untuk menggosok giginya. Islam adalah agama yang yang sangat memperhatikan kebersihan. Di antara bentuk ajaran Islam yang menjelaskan tentang kebersihan adalah disyariatkannya berkhitan, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s