Tak usah terpancing

Mancing apa buuu ? Mancing emosi orang, seru kali ya ? Haha.. ada-ada aja, kurang kerjaan banget. Ada lho type orang seperti itu di negara ini. Masa siy ? Ciyus ? Mi apa ? Ayo, datang dan buktikan sendiri. Ada beberapa yang tipikal orangnya seperti itu. Dan klop-nya memang ada yang berhasil dipancing, makanya tambah bikin rame negara ini.

Mulanya biasa saja.. (*seperti lagu jadoel tuh..). Meski tahu bahwa dia sudah membuat kisah sedih dan dramatisir keadaan didepan audien. Parahnya audien nya sama dengan audien ku. Huff.. ini awal pancingannya. Kisah sedihnya asli bullshit banget, sayangnya audien gak tau kalo itu dikibuli abis. Semua kisah hasil karangan yang mendukung pikirannya untuk membalaskan dendamnya via audien. Audien lugu dan polos, hanya bisa meng-iya-kan apapun cerita-nya. Yo wes itu sudah berlalu. Mau bilang apa ? Sudah terjadi.

Upayanya berhasil di tahun lalu. yang lain negatif, hanya dirinya yang positif dan tampil sebagai pahlawan (kesorean). Gaya orasi-nya memang top banget meski tanpa ruh Islami. Bombardir terhadap pikiran audien sangat gencar. Semua apa yang dikatakannya ditelan mentah-mentah karena lugu-nya. Tak ada sedikitpun kesempatan untuk studi banding, karena gencar-nya dan audien sudah kenyang dengan bualannya.

Tipikal-nya juga harus mendapat satu rival terdekat, demi menyerang sasaran sesungguhnya untuk terpancing. Sayang upaya-nya tahun lalu, tak berhasil. Pancingannya gatot. Kecian deh. Anggap angin lalu saja. Anggap saja bocah ingusan yang terus menerus minta dibelikan permen, meskipun permen yang pernah dimintanya, sudah dibuang karena ternyata pahit rasanya.

Tahun lalu gagal, ternyata masih lanjut tahun ini. Masya Allah.. belum puas balaskan dendamnya. Lanjut saja ya. Anjing menggonggong, kafilah berlalu, namun sebelum berlalu sebaiknya lempar dulu anjingnya. Sumpah gak boleh kepancing. Biarlah tipikal nya begitu. Biarkan pula tipikal-ku begini. Sudah dari sono-nya. Susah untuk mengubah karakter-nya yang suka ‘mancing’. Adu kuat antara pancingan dengan yang mancing. Buat pancingannya menyeret yang mancing tercebur sendiri ke dasar laut.

Selamat menikmati pancingannya. Sesekali, biarkan dia puas memancing. Sampai dia lelah sendiri dan tenggelam bersama pancingannya. Tetaplah dalam diri pribadi-mu. Hanya Allah yang tau apa yang ada di fikiran, hati dan perbuatanmu. Hanya Allah yang pantas menghukum orang type seperti ini. Bantu doa agar si pemancing mendapat hidayah-Nya. Tak usah terpancing ya. Kalem aja. Keep smile 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s