Happy Teacher’s day

Sudahkah beneran seorang guru ? Jawabnya : belum. Meski sudah sepuluh tahun lebih profesi ini tercatat di KTP. masih belum maksimal menjalani profesi itu. Masih belum maksimal memberikan yang terbaik dari diri untuk profesi itu. masih harus terus banyak belajar jalani profesi itu. Be a profesional teacher masih dalam cita-cita.

Seorang guru selayaknya bisa digugu dan ditiru. Seorang guru selayaknya bisa menjadi teladan bagi anak didiknya. Sudahkah bisa seperti itu ? Jawabnya : belum. Segala sikap dan tingkah laku-nya harus bisa menjadi panutan bagi anak didiknya. Jangan tunjuk anak yang berperilaku tak baik, karena empat jari lainnya menunjuk pada diri sendiri. Jangan salahkan anak yang bersikap tak sopan karena bisa jadi kita belum mengajarkannya sopan santun. Segala tindak tanduk di dalam dan di luar koridor profesi itu harus tetap bisa dijaga jangan sampai merusak image yang sudah baik selama ini. ‘Jaim’ kapanpun dimanapun kita berada.

Profesi ini mulia, makanya serius kuliah menuju ke profesi ini. Meski dulu ada kendala dalam hal tampil di muka umum, gak pede, gak bisa bicara, namun tetap nekad pilih kuliah di keguruan. Anak perempuan cocoknya profesi ini. Susah payah atasi kendala itu. Ternyata ilmu mengajar semua diperoleh dalam masa kuliah, jadi tidak serta merta bisa menjalani langsung profesi ini. Semua diberikan bertahap sehingga semua kendala itu bisa diatasi.

Saatnya uji coba ilmu profesi ini dalam ppl di sekolah. Berjuang maksimal untuk persiapan itu. Sampai harus berlatih di depan kaca, prepare banget untuk itu. Jika semua sesuai perencanaan maka enjoy your class. Sangat menikmati masa ppl itu, hingga merasa tersanjung saat anak-anak memintaku untuk terus mengajarnya. Sesuai kontrak, ppl selesai maka selesai sudah tugas itu. Tak sia-sia upaya maksimal dalam ppl, nilai memuaskan. Hikmah dari ppl, ternyata asyik juga profesi ini. I like it.

Awal jalani profesi ini di daerah nun jauh disana. Profesi ini masih sangat dihargai. Semangat menjalani profesi meski ini bukan yang utama. Dulu yang utama adalah anak-anakku karena masih balita. Profesi serius dijalani meski masih dalam status honorer dengan honor awal limapuluh ribu. Setahun kemudian proses ke jenjang pns. Lancar, akhirnya lebih serius lagi jalani profesi ini.

Lima tahun di daerah, sungguh berarti dalam menjalankan profesi ini. Sangat berkesan. Sangat akrab dengan rekan sejawat. Sangat dekat dengan anak didik. Mereka masih sangat menghormati profesi ini. Sehingga terjalin keakraban secara natural. Hingga kini masih tetap silaturrahim jarak jauh dengan anak-anak dan rekan disana meski sudah sebelas tahun berlalu.

Penghargaan terhadap profesi ini di kota, sungguh sangat berbeda. Berusaha tetap dalam style-ku. Apapun yang terjadi di sekitarmu, harus pandai membawa diri, jika yakin dengan profesi-mu maka lakukan yang terbaik untuk profesi-mu. Keluarkan semua kemampuan yang kamu miliki untuk dapat mempersembahkan yang terbaik.

Persiapkan yang terbaik. Persembahkan yang terbaik untuk anak-anak. Senantiasa ikhlas jalani profesi ini. Pasrahkan semua kepada Allah SWT akan hasilnya. Be a profesinal teacher, tak sekedar impian. Happy Teacher’s day

Terkenang akan guru-guru ku : bu Chaeriyah, mengajariku calistung, Bu Win : mengajariku berbahasa yang baik, Pak Majid mendidikku disiplin dan tegas, bu Tine mengenalkanku pada kimia, Bu Lubis membuatku cinta kimia, Bu Sri melatihku kesabaran dan keakraban. Terimakasih guru-ku, tanpamu ku tak bisa menjadi seperti ini.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s