Dapur_sumur

Menikmati utuh menjadi irt. Semua harus bisa dikerjakan sendiri tanpa-nya. Adaptasi atas semuanya. Biasanya tahu beres semua. Sekarang sendiri harus diberesi semua. Ternyata berat juga ya. Semua harus beres hari itu jika tak ingin numpuk di esok hari. Toh akhirnya harus dipegang sendiri juga. Hmm.. hari-hari tanpamu ternyata seperti ini.

Saat dirumah, full peran upik abu. Berkeringat sudah pasti. Segala sesuatu harus segera dibereskan karena pekerjaan lain menanti untuk dibereskan. Seputar dapur sumur ternyata tak ada habisnya. Usai ini lanjut itu. Usai masak cucian perabot numpuk. Urusan sarapan, lunch, dinner kudu disiapkan. Usai urusan itu cucian piring dll numpuk lagi. Urusan cuci pakaian tak kalah numpuk. Setiap hari ada cucian segunung. Usai dicuci, bikin setrikaan segunung. Hadeeeeh.. cucian deh lo. Andai ada mesin cuci2 yang sekali tekan tombol langsung rapi siap pakai lagi, mau banget. Usulan laundry belum bisa dilakukan karena kendala waktu untuk dihantarkan dan diambil dari tempat laundry.

Saat di tempat dinas, full peran lain. Hanya kali ini tak bisa disiplin waktu. Bingung bagi waktu dengan peran upik abu. Tak bisa semaksimal dulu padahal sedang banyak pekerjaan jelang akhir tahun. Lelah sudah pasti karena full disana-sini. Mau gimana lagi, keduanya harus bisa dijalankan.

Apa iya bisa bertahan ? Masih mau mencoba, masih adaptasi dengan full di keduanya. Semoga diberi kemudahan demi niatan baik untuk anak-anak. Anak-anak belajar mengerjakan pekerjaan rumah, meski masih yang ringan saja. Lumayan mereka-pun beradaptasi dengan kondisi ini. Lebih mudah mengerti keadaan sekitar tanpa harus ada ‘nyanyian’ terlebih dulu.

Efeknya apa ? Badan ‘remuk’ sudah pasti tapi dibawa istirahat pulih kembali. Pikiran terfokus pada dua, sana beres sini beres, terus berfikir untuk itu. Efek lain sudah pasti hanya dia yang tahu dan merasakan🙂. Menulis disini, sudah pasti tak bisa se-leluasa dulu. Saatnya banyak ide untuk menulis, kalah oleh lelahnya tubuh, akhirnya ide terbang bebas. Semoga ini hanya sementara. Saatnya tubuh tak kuat lagi, memang harus mencari pengganti orang yang bisa full handle urusan dapur-sumur. Karena urusan dapur-sumur memang tak ada habisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s