Silver and Gold

Sms pagi hari : Bu, ada rejeki sedikit ya untuk teman-teman, mohon dinikmati. Wow, bukan sedikit nih mbakyu, ini mah buanyaaaak banget. Tiga dus besar snack, bakwan full udang, kukus coklat dan lemper (atau lontong yak ? lupa). Alhamdulillah pagi-pagi sudah dapat rejeki melimpah. Mohon ke pak ustad untuk dipimpin doa untuk mbakyu yang kirim snack itu.

Ya Allah, beri kemudahan dan kelancaran rejekinya. Langgengkan dan awetkan rumahtangganya. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah di usia perkawinannya yang ke-25. Aamiiin.

Subhanalloh, sampai juga ke usia perkawinan perak. Seakan waktu cepat berlalu. Masalah dalam rumahtangga silih berganti. Semua dapat dilalui dengan selamat hingga usia 25. Menurutku ini prestasi hebat.

Dua orang yang punya kepribadian berbeda berkomitmen hidup bersama hingga sepanjang usia itu. Dalam perjalanannya pasti tak mudah. Beda pendapat dalam suatu masalah, konflik. Diskusi, selesaikan dengan damai, demi kepentingan anak-anak. Belum lagi masalah ‘rasa’. Akankah rasa itu masih seperti yang dulu ? Seiring waktu rasa itu akan memudar ? Konflik yang berulang perlahan akan mengikis rasa itu. Jika tak segera cari solusi, rasa itu mungkin akan makin hambar, atau tak peduli lagi dengan ada atau tiada-nya rasa itu.  Hanya sekedar menjalani hidup, No Taste ? Atau mungkin rasa itu sudah berubah menjadi rasa persaudaraan ? Like bro n sis ? Entahlah, rasa itu masalah hati, hanya diri pribadi yang tahu. Itupun tetap hebat, tak fikirkan ego diri hanya untuk masalah hati. Benar-benar semua itu butuh perjuangan untuk bisa mengalahkan semua ego diri dan mempertahankan keutuhan rumah tangga. Bravo buat mbakyu, semoga ku bisa mencontoh keikhlasanmu.

Bincang dengan mama. Berencana merayakan syukuran perkawinan emas. What ?! Ternyata ada yang lebih hebat lagi. Usia perkawinan ke-50 ? Jempol dua buat mama-bapak. Segala aral dalam kehidupan telah mereka lalui bersama. Engkau berdua teladan kami. Tetap setia hingga usia senja. Akhir tahun ini bapak genap 70 tahun, mama 64 tahun. Keduanya sehat, hanya geraknya tak selincah dulu. Aktifitas keseharian masih bisa dilakukan sendiri. Pendengaran sudah berkurang dan menjadi lebih sensitif. Indahnya menua bersama. Semoga keduanya tetap dalam kesehatan dan keberkahan dalam kehidupan rumahtangganya. Sehatkan kedua-nya ya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s