Her soul was always here

Dalam kondisi tertentu kadang tercetus sebuah nama yang begitu melekat di hati. Reflek saja, dan itu tak hanya terjadi pada satu orang. Apalagi pada kondisi itu sangat lekat dalam ingatan peran dari nama itu. Ya, dia itu sangat lekat di hati, karena kepemimpinannya dengan hati.

Sosoknya selalu lekat dalam ingatan. Tetap dalam silaturrahim. Ingin selalu ngabari apa yang terjadi disini juga disana. Always kontak, bahkan mungkin hampir setiap hari. Tentang apa saja, bahkan info baru terkadang kita dapatkan dari beliau. Andai, beliau masih disini, mungkin enggak ya beliau disini lagi ? sempat ada yang melontarkan pertanyaan itu, meski sudah tahu jawabannya, ngarep.com itu terjadi.

Begitu membekas kharismanya. Selalu jadi pembanding dengan lainnya. Kebijakannya selalu dengan pertimbangan hati. Seluruh fikirannya fokus tercurah untuk kemajuan lembaga. Leader-nya top banget. Meski saat beliau disini, merupakan pengalaman pertamanya. Namun memang semua tergantung awalannya. Beliau start dari jalur profesional. Sehingga gerak langkah selanjutnya-pun seiring dengan itu.

Sangat menghargai kinerja bawahan, karena menurut beliau, dari bawahanpun beliau bisa banyak belajar sesuatu. Semua hal yang mengarah pada kemajuan lembaga beliau dukung penuh dan beri penghargaan khusus bagi personil yang berjasa untuk itu. Sangat mengerti keadaan dan situasi bawahan, menuntut pada porsinya, dan menakar sesuai kemampuan. Bimbingan dan nasehat full dilakukan siang malam, juga keteladanan pastinya.

Setiap manusia pasti ada sisi baik dan sisi lemahnya. Manakala dia belajar untuk terus mengasah sisi baiknya, maka sisi lemahnya tertutupi. Lain hal jika memang diawali dari tak suka, maka hanya kelemahannya yang selalu diungkapkan, sisi baiknya dianggap tak ada. Tak suka atas dasar ketegasan dari beliau terhadap dirinya sehingga membuat dirinya terancam bahkan merasa disingkirkan. Semua berawal dari hati, kekurangan diri memang sulit nampak. Manakala kekurangan itu dikritisi dan diambil kebijakan mengatasi kekurangan itu justeru dilihat sebagai tindakan mendzolimi. Like and dislike adalah warna kehidupan.

Kecenderungan pada sosoknya secara nyata menimbulkan kecemburuan dari pihak lain. Kenapa siy harus beliau dulu yang tahu kondisi disini ? Itu sempat dilontarkan pada kesempatan yang lalu. Entahlah, reflek saja. Jika ada suatu masalah, kontak beliau, diskusi by phone atau sms hingga menemukan solusinya. Setelah itu plong, lega telah curhat ke beliau. Beliau selalu ada untuk kita, kapanpun beliau selalu siap dihubungi dan cepat membantu. Itu point plus-nya lagi untuk beliau.

Sudah dua periode berganti, beliau masih ‘disini’. Sepertinya akan terus ‘disini’. Her soul was always here. She has always been our role model. She was always there for us   We love you forever.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s