Banjir euy

Sudah beberapa hari ini hujannya awet banget. Kadang mulai dini hari hingga sore. Matahari tak muncul sama sekali. Adem bener, apalagi ruang kerja ber-ac. Mendung redup dingin, enaknya di kasur berselimut. Hush, kerja ayo tetap kerja.

Banjir merata. Ramalan BMKG akhir bulan ini banjir, belum sampai akhir bulan sudah banjir parah. Tengah kota bak swiming pool. Rumah orangtua dan kerabat terendam banjir. Ya Allah, surutkan air itu, kasian mereka kebanjiran kedinginan.

Alhamdulillah disini aman. Jalan menuju ke tempat dinas pun masih aman. Lewat BBM teman bisa melihat kondisi di tengah kota. Sedih lihatnya, merata di seluruh penjuru kota. Sepertinya ini yang terparah dibanding tahun 2007. Akses jalan untuk menjenguk ortu dan kerabat tidak bisa dilalui, hanya bisa bantu doa agar banjir segera berlalu. 

Bisnis Banjir Macet, salah satu tema stasiun tv swasta. Cerdas bener idenya, sesuai dengan yang lagi ternd saat ini. Banjir membuat bisnis lumpuh, kabarnya membuat rugi trilyunan. Duh, sayang bener uang segitu lepas saja disebabkan banjir. Sungguh, malu bener lihat berita banjir, apa kata dunia ?? saat melihat kondisi pusat ibukota negara bak kubangan besar. Jalan kemanapun macet total karena banjir sudah menutup jalan. Kalaupun dipaksakan menerobos banjir, mogok ditengah jalan, malah full terendam banjir. Kenapa bisa separah itu ya ?

Kasus dekat lokasi rumah. Kulihat sendiri, betapa air itu berkejaran hebat alirannya demi mencari saluran air yang bisa membawaya menuju tempat yang lebih rendah. Saluran ada namun tak cukup menampung debitnya. Saluran ada namun tertutup sampah, aliran terhambat, mampet. Berkeliling berkejaran, tak didapati saluran. Bingung, terjebak dalam satu lokasi yang datarannya lebih rendah dari lainnya. Berkumpul di satu lokasi. Sedikit2 namun debitnya makin besar, jadilah tampungan air kepenuhan, luber, banjir parah.

Andai semua janji yang diucapkan untuk mengatasi banjir ini bisa dipenuhi. Harapan masih ada untuk bisa menikmati ibukota lebih cantik, layak an pantas disebut sebagai ibukota negara. Pastinya semua itu berproses. Butuh waktu, fikiran dan tenaga untuk bisa mengatasi itu. Hanya harus terus  bersabar demi wujudkan kota bebas banjir. Semangat pak gubernur ! Support penuh untuk semua langkah perubahanmu !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s