My profile

Masa kecil di kota besar, memimpikan tinggal di daerah pelosok jauh dari hingar bingar Jakarta. Terwujud ketika diboyong suami dalam dinasnya di Jember, Jawa Timur. Kumenikmati keindahan alamnya, juga keramahan dan keakraban teman-teman disana, semua bikin kerasan.

Enam tahun tinggal disana, sungguh berkesan, dua anakku lahir disana. Anak-anakpun terkesan sekali melalui masa kecilnya disana. Mimpi kedua, suatu saat pingin lagi tinggal disana.

Apakah ‘wajah’ Jember masih seperti yang dulu ? Konon kata sahabatku disana, sekarang disanapun sudah ramai. So pasti sudah banyak perubahan disana, sebelas tahun yang lalu.

Masa kecil di kota besar, dulu masih dalam kebersamaan dengan teman-teman, tapi itu tak lama. Saat SMA, sudah sibuk dengan urusan sekolah, jarang lagi bisa kumpul dengan teman. Apalagi lanjut kuliah, sibuk, makin sibuk. Kuper kesannya, bisa jadi. Sekolah nomor satu. Pingin sampai ke cita-citaku.

Apa sih cita-cita nya ? Apoteker. Tapi kuliahnya kesasar ke jurusan keguruan, hehe.. gatot jadi itu, jadi guru aja deh. Awalnya berat lho. Tapi setelah dijalani, asyik juga. Apalagi dulu, sangat kompromi waktu kerjanya. Masih bisa berbagi waktu dirumah dan disekolah. Bahkan bisa di sekolah hanya sebatas jam ngajar, langsung pulang, sebab anak-anak dan suami menanti, memimpikan jadi isteri dan ibu sholihah.

Lain dulu, lain sekarang. Dampak tunjangan profesi, jam kerja tak bisa lagi seperti dulu. Untungnya anak-anak sudah besar. Kalaupun sibuk disekolah, anak-anak sudah bisa mengerti karena mereka pun sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Waktu berkumpul malam hari, dan full hanya sabtu-minggu.

Syukuri apa yang ada. Penghargaan terhadap jasa guru dalam tunjangan itu, memang ada konsekwensinya. Harus lebih maksimal dan profesional dalam profesi mulia ini. Insya Allah, harus berbuat yang terbaik, selagi kita mampu dan pasti bisa.

Memimpikan kuliah lagi dengan gratis di ptn. Alhamdulillah selesai tepat waktu sesuai impianku. Meski pengorbanan dan perjuangan untuk itu, sungguh besar. Makasih banget buat husband, support penuh untuk wujudkan mimpiku. Makasih juga buat anak-anak atas semua pengertiannya. Makasih tak terhingga buat kedua orangtuaku, tak putus dalam doanya, demi mimpiku.

Kini ku bergelut disekolah. Ya, itu ladangku. Dua tahun kutinggalkan kuliah lagi. Memberi pencerahan buatku, buat anak-anak juga buat muridku. Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit. Berjuanglah untuk menggapai itu. Yakin, tekad kuat, fight, semua pasti bisa diraih. Allohu Akbar.

Iklan